FOCUS

FOCUS: Tudingan ke Jidat Sinta

Rama menganggap, Sinta telah ternoda oleh sang despot Alengkadiraja, Rahwana, saat dia berada di Taman Asoka.

FOCUS: Tudingan ke Jidat Sinta
tribunjateng/bram
Achiar Permana wartawan tribun jateng 

Oleh Wartawan Tribun JAteng, Achiar M Permana

TRIBUNJATENG.COM - KOCAP kacarita, hati Dewi Sinta hancur, saat mendapati suami tercintanya, Sri Rama, menampiknya. Rama menganggap, Sinta telah ternoda oleh sang despot Alengkadiraja, Rahwana, saat dia berada di Taman Asoka.

Padahal, selama berada dalam tawanan, di Taman Asoka, Sinta berusaha keras untuk setia. Dia menjaga cintanya pada Sri Rama.

Anoman, kera putih nan sakti mandraguna, yang pernah menjadi utusan Rama ke Alengka, menjadi saksi kesetiaan Sinta pada sang suami. Trijata, putri Arya Wibisana, yang menemani dan menghibur Sinta selama dalam tawanan, juga menjadi saksi kerinduan sang dewi pada Rama, saat malam dingin menjelang.

Apa daya, kesetiaan itu berbalas udara kosong. Rama meragukannya. Rama meminta Sinta membuktikan kesetiannya dengan cara yang mengerikan: pati obong.

"Sungguh tega, Kakanda. Tidakkah Kakanda rasakan, betapa selama ini aku berusaha keras untuk menjaga kesetiaan. Betapa setiap malam aku didera kerinduan," tangis Sinta.

Saat itulah, Sinta merasa telah menjadi korban untuk kali kedua. Yang pertama, saat Rahwana menculiknya dari tengah hutan. Yang kedua, ketika suami yang kepadanya kesetiaan sepenuh hati dia persembahkan, ternyata meragukannya. Melekatkan dugaan berselingkuh kepadanya. Dia merasa, keteguhan hatinya selama ini sia-sia.

"Mulane, Kang, aja enteng nudang-nuding. Coba pikir, piye rasane wong sing kena tuding," tiba-tiba Dawir, sedulur batin saya, nyeletuk dari balik tengkuk.

Wiracarita Ramayana mencatat perih hati Sinta. Rama Sindhunata menuliskannya dengan amat indah dalam Anak Bajang Menggiring Angin.

Barangkali tidak sama, tetapi peristiwa yang menimpa mantan Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir, memiliki kemiripan dengan kisah Dewi Sinta.

Halaman
12
Tags
jidat
Focus
Penulis: achiar m permana
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved