Breaking News:

Pengakuan Panji: Dirangkul IN yang Menenteng Senjata Api, Lalu Diberi Uang Rp 500 Juta

Panji menceritakan, setelah dirinya melaksanakan shalat maghrib, salah satu rekan IN mendatangi Panji dan meminta untuk bertemu di ruko Hana Sakura

Editor: muslimah
Shutterstock
Ilustrasi penembakan 

TRIBUNJATENG.COM -  Kasus IN, anak Bupati Majalengka, yang menembak seorang kontraktor bernama Panji Pamungkas, tengah menjadi sorotan.

Penembakan tersebut terjadi di kawasan Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalangka, Jawa Barat, pada hari Minggu (10/11/2019).

Menurut Panji, insiden tersebut terjadi saat dirinya hendak menagih uang proyek kepada IN.

Namun, saat itu IN justru menembak tangan kiri Panji dan kaki salah satu rekannya.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Kronologi penembakan menurut korban

u
Panji Kusuma jadi korvan penembakan oknum ASN Pemkab Majalengka yang disebut anak kedua dari Bupati Majalengka. (KOMPAS.COM/AGIE PERMADI)

Panji menceritakan, setelah dirinya melaksanakan shalat maghrib, salah satu rekan IN mendatangi Panji dan meminta untuk bertemu di ruko Hana Sakura.

Setelah menunggu cukup lama, sekitar pukul 23.30 WIB, Panji yang tertidur di dalam mobil mendengar suara tembakan.

Saat terbangung, dirinya sudah melihat puluhan orang mengeroyok sejumlah pegawai Panji yang dia ajak untuk menagih.

"Pas saya bangun saya lihat ternyata ada penuh kisaran 30-40 orangnya bapak IN yang sudah terjadi pengeroyokan terhadap pegawai saya. Yang menjadi korban tiga. Itu pegawai sekaligus adik dan kakak saya," tuturnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved