Jembatan Patah di Tegal, Padahal Akses Vital Penghubung Dua Desa
Jembatan penghubung antara Desa Sukareja Kecamatan Warureja dengan Desa Kertasari Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal mengalami patah.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Jembatan penghubung antara Desa Sukareja Kecamatan Warureja dengan Desa Kertasari Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal mengalami patah pada bagian pondasi.
Akibatnya, akses vital pertanian dan ekonomi di dua desa tersebut dipastikan terancam lumpuh.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani mengatakan, jembatan dengan panjang sekitar lima meter dan lebar tiga meter itu diketahui patah di bagian atas pondasi.
Patahan itu, kata Rudi, membuat jembatan ambles sekitar 50 sentimeter dan sambungan jembatan yang berada di tengah pun ikut patah.
Kini, Rudi menjelaskan, jembatan yang berada di ruas Sukareja-Kertasari itu tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.
Warga yang menggunakan roda dua terpaksa melalui jalan pertanian di bawah jembatan.
"Musim penghujan mulai tiba, jika tidak segera diperbaiki akses jalan akan lumpuh."
'Maka, Pemkab Tegal harus segera mencari solusi yang terbaik," kata Rudi kepada Tribunjateng.com, Kamis (15/11/2019).
Anggota Dewan dari Dapil Warureja, Suradadi, Kramat ini telah mengecek lokasi jembatan yang patah.
Rudi melihat jembatan yang sudah dibangun belasan tahun lalu itu kondisinya sangat mengkhawatirkan.
Pondasi jembatan sudah rapuh, sehingga material jembatan ambrol.
Jika musim hujan tiba, kata Rudi, diperkirakan kondisi jembatan akan semakin parah dan berdampak bagi warga di dua desa tersebut.
"Jika hujan lebat datang, bisa jadi jembatan ini ambruk, makanya Pemkab Tegal harus segera mengantisipasi."
"Kalau tidak, warga harus memutar dan memakan waktu yang sangat lama," tambahnya.
Dia melanjutkan, jalan tersebut merupakan akses utama sejumlah desa di wilayah Warureja dan Suradadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi_20180418_081842.jpg)