Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ngopi Pagi

FOKUS : Kenapa Menolak Ahok?

SOSOK Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selalu menuai kontroversi beberapa tahun terakhir. Nama Ahok mencuat setelah menjadi Gubernur DKI Jakarta

Tayang:
Penulis: Erwin Ardian | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/grafis/bram kusuma
ERWIN Ardiansyah wartawan Tribun Jateng 

Oleh Erwin ardian

Wartawan Tribun Jateng

SOSOK Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selalu menuai kontroversi beberapa tahun terakhir. Nama Ahok mencuat setelah menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo (Jokowi) yang pada 2014 terpilih menjadi Presiden RI.

Di balik semua kontroversi yang muncul, prestasi Ahok sempat moncer dengan berbagai gebrakan baru di Jakarta. Yang paling menonjol adalah penerapan E-Budgeting.

Di masa Ahok lah sistem anggaran APBD Pemprov DKI Jakarta yang dibuat terbuka dan transparan. Publik bisa dengan mudah langsung melihat anggaran DKI Jakarta.

Soal Anggaran APBD Jakarta Bermasalah, Anies Singgung Era Ahok: Dulu Ada, Mau Ditunjukkin?

Kocak, Pria di Gunungpati Semarang Ini Motornya Raib di Pasar, Ternyata Tertukar saat Parkir

Habib Rizieq Mengaku Dicekal di Arab Saudi, Guntur Romli: Ibadah di Mekkah Aja, Ngapain Pulang?

Kisah Nenek Berusia 102 Tahun Asal Semarang, Masih Suka Makan Sambal dan Minum Air Es

Sistem itu terbukti manjur mengantisipasi penyelewengan anggaran yang selama ini sering terjadi. Sukses penggunaan E-Budgeting membuat Mendagri mewajibkan pemakaian sistem yang sama di semua provinsi.

Jika ada triliunan rupiah dana anggaran yang selamat dari korupsi hasil penerapan E-Budgeting, ada andil Ahok di sana.

Tak hanya brilian dalam mengelola anggaran, Ahok juga sukses membuat terobosan-terobosan baru dalam meningkatkan layanan untuk warga DKI. Dalam hal penataan wilayah, Ahok pun jagoan. Kompleks lokalisasi Kalijodo jadi bukti.

Namun, tak ada gading yang tak retak. Di balik kesuksesannya, nama Ahok tercoreng dalam kasus penistaan agama.

Akibat ucapannya sendiri, Ahok terbukti bersalah dalam kasus penistaan agama dan menjalani hukuman penjara. Tekanan massa yang sangat besar melalui demo berjilid-jilid membuat situasi gaduh. Satu kalimat yang dilontarkan Ahok, membuat situasi tak kondusif.

Pada 9 Mei 2017, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis bersalah terhadap Ahok dalam kasus dugaan penodaan agama. Ahok dihukum penjara selama 2 tahun, lebih berat dari tuntutan hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

Namun terlepas dari kasus hukum, masalah menimpa Ahok kala itu kental dengan aroma politik. Saat itu Ahok sedang ikut Pilkada DKI Jakarta melawan Anis Baswedan. Realitas politik mencatat, Ahok yang sebelumnya difavoritkan menjadi pemenang akhirnya kalah.

Lama berdiam diri setelah bebas dari penjara, kini nama Ahok kembali menuai kontroversi. Belum juga resmi bergabung PT Pertamina, sudah muncul aksi penolakan.

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) merasa tak nyaman jika Ahok masuk ke Pertamina. Mereka yang menolak, menganggap sosok Ahok tak memenuhi syarat karena pernah berstatus narapidana.

Selain itu Ahok dikenal sebagai pembuat gaduh. Ya memang Ahok adalah pembuat gaduh yang anti-korupsi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved