Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Besok Selasa, Lokalisasi Gambilangu Kendal Ditutup Permanen, Ini Kata Penghuninya

Para pekerja seks komersial (PSK) di Lokalisasi Gambilangu Desa Sumberejo Kaliwungu Kabupaten Kendal mulai berkemas-kemas.

Tayang:
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Suasana Lokalisasi Gambilangu Desa Sumberejo Kaliwungu Kabupaten Kendal saat ini, Senin (18/11/2019). Besok Selasa (19/11/2019) lokasi tersebut bakal ditutup secara permanen. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Para pekerja seks komersial (PSK) di Lokalisasi Gambilangu Desa Sumberejo Kaliwungu Kabupaten Kendal mulai berkemas-kemas.

Pasalnya pada Selasa (19/11/2019), lokalisasi yang berada di perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Kendal itu akan ditutup.

Salah satu PSK yang mengemasi barang-barangnya yakni FTA.

Wanita yang sudah menjadi PSK di Gambilangu selama 8 bulan itu saat ini terlihat sibuk mengemasi barang-barangnya.

Barang-barang seperti kosmetik dan alat kecantikan lainnya ia masukan dalam kardus.

Tak hanya alat kecantikan, barang lainnya seperti pakaian dan perabotan rumah tangga lainnya juga ikut ia kemasi.

"Tidak punya pilihan lainnya, Mas. Jadi pulang saja bikin usaha di kampung," ujarnya wanita asal Boja Kabupaten Kendal itu, Senin (18/11/2019).

Ia mengatakan, penutupan itu dilakukan bersamaan dengan Lokalisasi Gambilangu di wilayah Semarang.

Dari penuturannya, penutupan itu akan dilakukan bersama-sama melalui sebuah acara di Terminal Mangkang Kota Semarang.

"Yang mendapatkan undangan akan ikut acara penutupan dan dapat uang bantuan sosial."

"Namun semuanya tidak dapat. Teman saya ini tidak dapat," terangnya sembari menunjukan teman yang saat itu menemaninya berberes-beres.

Teman FTA yang tidak mendapatkan undangan dan bantuan sosial yakni SKR.

SKR mengatakan, dirinya tidak terdaftar dalam PSK yang menerima bantuan sosial meski sudah mengikuti pendataan sejak awal.

"Saya sudah menyerahkan data rekening, namun saya tidak terdaftar."

"Ya tetap pulang, Mas. Ke Jepara tidak punya pilihan lain," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved