Warga Minta Pemkab Demak Segera Perbaiki Jembatan Penghubung Desa Timbusloko dan Surodadi
Robohnya jembatan penghubung Desa Timbusloko dan Surodadi, sekitar dua tahun lalu, tak berarti menutup total akses warga setempat.
Penulis: Moch Saifudin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Robohnya jembatan penghubung Desa Timbusloko dan Surodadi, sekitar dua tahun lalu, tak berarti menutup total akses warga setempat.
Beberapa relawan bermunculan.
Salah satunya Mudrikah (45).
Penjaga warung yang berdekatan dengan jembatan itu berinisiatif membuat jembatan sementara.
"Intinya warga bisa lewat sini dulu," ujar warga Surodadi itu, Senin (18/11/2019).
Jembatan sementara yang dimaksud terbuat dari anyaman bambu.
Dia berujar pembangunan jembatan sementara hasil swadana warga setempat dan para pemancing sekitar.
Hasil swadana warga, saat itu, terkumpul Rp 900 ribu.
"Namun namanya bambu pasti tidak akan kuat lama," jelasnya, Senin (18/11/2019).
Ia memperkirakan jembatan tidak akan kuat sebulan selanjutnya.
Mudrikah mengimbuhkan akses jembatan penghubung desa sangat dibutuhkan warga.
Terutama para pedagang sayur dari Pasar Sayung dan para pelajar.
"Apalagi kalau anak kecil berangkat sekolah. Kasihan, kadang tidak bisa melintas jika tidak ada yang membantu," ujarnya.
Pantauan tribunjateng.com, kondisi jembatan itu mulai rapuh.
Ada beberapa bagian bambu yang telah pecah, sehingga perlu ditambal dengan kayu.
Siswa Ingin Jembatan Sementara Diperbaiki
Siswa kelas XI SMAN 1 Sayung, Agus Priyanto mengusulkan pemerintah desa setempat berkenan memperbaiki jembatan itu.
Agus setiap hari melintasi jembatan penghubung, saat berangkat pun pulang sekolah.
Jalan alternatif, kata dia, memang sudah ada.
Namun jalan yang dimaksud jaraknya terlalu jauh dengan rumah.
"Harus menempuh jarak sekira satu kilometer kalau lewat jalan lain," jelasnya.
Kepala Desa Timbusloko, Umar mengatakan, jembatan yang berukuran 15 x 4 meter tersebut dibangun sejak 2007 oleh Dinas Lingkungan Hidup Demak.
Ia menjelaskan, sejak jembatan runtuh sekira dua tahunan yang lalu, warga desa Timbusloko dan Surodadi iuran untuk membuat jembatan sementara dari bambu.
"Kami berharap pemerintah daerah agar bisa membangun jembatan tersebut. Agar warga bisa melintas dengan lancar seperti biasa," jelasnya. (Moch Saifudin)