Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

DP3A Kota Semarang dan Tanoto Foundation Dorong Pengasuhan Positif Anak di Era Digital

DP3A Kota Semarang bersama Tanoto Foundation mendorong penguatan pengasuhan anak usia dini di tengah tantangan era digital

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Tanoto Foundation
DAYCARE - Kepala DP3A Kota Semarang Dr. dr. Eko Krisnarto, Sp.KK. (kiri) dan Regional Lead Tanoto Foundation Anang Ainur Roziqin (kanan) foto bersama seusai sesi podcast bersama Tribun Jateng di Daycare Kota Semarang, Jalan Durian Raya, Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (21/5/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang bersama Tanoto Foundation mendorong penguatan pengasuhan anak usia dini di tengah tantangan era digital.

Upaya tersebut dilakukan melalui layanan daycare, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), hingga edukasi mengenai pembatasan penggunaan gawai pada anak.

Hal itu disampaikan Kepala DP3A Kota Semarang Dr. dr. Eko Krisnarto, Sp.KK. dan Regional Lead Tanoto Foundation Anang Ainur Roziqin dalam sesi podcast bersama Tribun Jateng di Daycare Kota Semarang, Jalan Durian Raya, Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (21/5/2026).

Eko menjelaskan, Daycare DP3A Kota Semarang mulai berdiri pada 2024 setelah adanya surat edaran Penjabat Gubernur Jawa Tengah dan surat keputusan Wali Kota Semarang.

Layanan tersebut dibentuk untuk membantu keluarga rentan yang harus bekerja, tetapi memiliki keterbatasan ekonomi untuk mengakses layanan penitipan anak swasta.

Menurut Eko, keberadaan daycare tidak hanya menjadi tempat penitipan anak, tetapi juga ruang pembelajaran dan stimulasi tumbuh kembang anak usia dini.

Ia menyebut terdapat tiga fokus utama dalam layanan tersebut, yakni pengasuhan, pendidikan dan stimulasi, serta pemenuhan gizi dan kesehatan anak.

Anak-anak yang berada di daycare juga diarahkan untuk belajar bersosialisasi, berinteraksi dengan teman sebaya, hingga melatih kecerdasan emosional melalui berbagai aktivitas bersama.

“Tujuan dari daycare itu ada tiga. Pertama, adanya perawatan dan pengasuhan. Kedua, adanya pendidikan dan stimulasi. Terakhir, adanya pemenuhan gizi dan kesehatan,” ujar Eko.

Ia mengatakan, keberadaan daycare membantu para orang tua merasa lebih tenang saat bekerja karena anak-anak berada dalam lingkungan yang aman dan mendukung proses tumbuh kembang mereka.

Dalam kesempatan itu, Eko menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi lingkungan pertama dan paling penting dalam pembentukan karakter anak.

Menurutnya, berbagai persoalan yang melibatkan anak, termasuk perundungan, tidak lepas dari pola komunikasi dan pengasuhan dalam keluarga.

Oleh karena itu, komunikasi antara orang tua dan anak perlu terus dibangun, meskipun kedua orang tua memiliki kesibukan pekerjaan.

“Kasus-kasus perundungan atau persoalan yang melibatkan anak bermula dari keluarga,” katanya.

Eko juga menjelaskan, DP3A Kota Semarang memiliki layanan Puspaga yang menyediakan konsultasi dan pendampingan keluarga.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved