Juliari Batubara: Semakin Banyak Penerima Bantuan Berarti Saya Gagal
Menteri Sosial (Mensos) Juliari Pieter Batubara menargetkan angka kemiskinan bisa mengalami penurunan pada angka 8,5 hingga 9 persen pada 2020
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menteri Sosial (Mensos) Juliari Pieter Batubara menargetkan angka kemiskinan bisa mengalami penurunan pada angka 8,5 hingga 9 persen pada 2020 mendatang.
Pada akhir 2018 angka kemiskinan sebesar 9,6 persen. Kemudian pada Oktober 2019 ini menjadi 9,4 persen. Artinya, kemiskinan di Indonesia terus mengalami penurunan.
Juliari menyebutkan, pada 2020 ini, sebanyak Rp 63 triliun digelontorkan untuk anggaran Kementrian Sosial (Kemensos), termasuk untuk pengentasan kemiskinan.
Satu diantara berbagai program pengentasan kemiskinan yang akan ditingkatkan yakni bantuan pangan non tunai (BPNT). Saat ini penerima bantuan hanya mendapatkan bantuan Rp 110 ribu. Pada 2020, ia akan menaikkan bantuan tersebut menjadi Rp 150 ribu.
"Saya mau lihat tahun depan ibu-ibu sudah tidak pegang kartu ini lagi. Strategi kami di Kemensos, kedepan bukan semakin banyak yang menerima bantuan tapi semakin sedikit. Kalau semakin banyak penerima bantuan berarti saya gagal," paparnya.
Anggaran yang semakin naik dari tahun ke tahun pun menjadi tantangan bagi Mensos untuk benar-benar tepat program dan tepat sasaran. Sehingga, angka kemiskinan semakin menurun.
"Anggaran besar, harus tepat sasaran. Pak presiden meminta bahwa narasi yang dibangun adalah Indonesia maju, membangun SDM yang unggul sebagai kata kuncinya," kata Juliari, saat Silaturahmi Mensos bersama Wali Kota Semarang di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Kamis (21/11/2019).
Karena itu, ia mendorong setiap kepala daerah beserta jajarannya dan para Forkopimda bersama membangun dan meningkatkan kualitas SDM dalam rangka menurunkan angka kemiskinan.
"Setiap kepala daerah, Forkopinda saat dipilih yang pertama ditangani adalah kemiskinan. Kalau infrastruktur itu pasti dapat semua, pasti kebagian, karena itu hanya politik anggaran saja," ujarnya.
Ia juga meminta para kepala daerah, kepala dinas, hingga camat dan lurah untuk turun ke bawah melakukan cek dan ricek apakah setiap program bantuan benar-benar tepat sasaran. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menteri-sosial-man-bantuan-kepada-peneri21112019.jpg)