Begini Tanggapan PDAM Solo Soal Jalan Berlubang dan Kebocoran Pipa di Jalan Slamet Riyadi
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Toya Wening Kota Solo mengakui adanya kebocoran pipa air, sehingga menyebabkan Jalan Slamet Riyadi berlubang dan
Penulis: yayan isro roziki | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Toya Wening Kota Solo mengakui adanya kebocoran pipa air, sehingga menyebabkan Jalan Slamet Riyadi berlubang dan ambles di beberapa titik.
Humas PDAM Toya Wening Solo, Bayu T Pamilih, mengatakan kebocoran itu merupakan efek dari pemotongan dan penyambungan pipa di Purwosari, belum lama ini.
"Kebocoran tidak hanya di sana saja, tapi total ada sekitar 20 titik, tersebar mulai wilayah Kartasura hingga Slamet Riyadi," tuturnya, Senin (25/11).
Dituturkan, lantaran titik kebocoran yang ada cukup banyak, pihaknya akan melakukan perbaikan secara bertahap.
"Kita perbaiki secara bertahap.
Misalnya, hari ini kita lakukan perbaikan di dekat Loji Gandrung dan sekitar kantor BNI," ujarnya.
• Polisi Temukan 3 Ruang Kelas SMKN 2 Songgom yang Ambruk Tidak Sesuai Spek, Kepsek Enggan Komentar
• Ingin Selamatkan Sandal, Bocah 8 Tahun di Kudus Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi
• Sepekan 2 Bangunan SMK di Jateng Ambruk, Ganjar : Butuh Rp 4 Triliun untuk Infrastruktur Sekolah
• Sudah 13 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalan Tol Solo-Ngawi, Polisi Akan Rutin Operasi Kecepatan
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Solo, Endah Sitaresmi Suryandari, mengatakan hal serupa.
Menurutnya, ambles dan berlubangnya sejumlah titik jalan itu karena dampak kebocoran pipa saluran air milik PDAM.
"Itu dampak adanya kebocoran, kita sudah berkoordinasi dengan PDAM, mereka akan melakukan perbaikan-perbaikan," katanya.
Dituturkan lebih lanjut, sepanjang Jalan Slamet Riyadi merupakan jalan nasional.
Sehingga, menurut dia, kerusakan itu juga akan dilaporkan kepada pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR.
Sebelumnya diberitakan, warga Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, menanam pohon pisang di tengah Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di antara tugu/gapura keraton dan halte BRT Faroka--, Kota Solo, Senin (25/11).
Lokasi penanaman pohon pisang adalah titik jalan yang berlubang dan ambles, bekas pemindahan pipa transmisi perusahaan daerah air minum (PDAM) Toya Wening.
"Itu sebagai penanda, bahwa jalan itu ambles dan berlubang.
Biar tidak ada yang terjatuh lagi," kata seorang warga, Rabiman (65), yang ditemui di sekitar lokasi.
Dituturkan, jalan tersebut ambles dan berlubang sejak Kamis (21/11) kemarin.
Selain itu, di lokasi yang ambles dan berlubang juga mengeluarkan air dari pipa transmisi PDAM yang bocor.
"Itu kan selain berluang dan ambles juga ada airnya, jadi licin.
Dari jauh juga gak kelihatan itu ada lubang.
Dari kemarin sampai sekarang sudah ada lima pemotor yang terjatuh," ujarnya. (yan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jalan-rusak-ditanami-pisang-yan.jpg)