Innalilahi Wa Innailaihi Rojiun, Santri Asal Blora Tertemper Kereta Api Sancaka di Karanganyar
Santri asal Blora tewas usai tertemper kereta api Sancaka di perlintasan tak berpalang pintu, Kabupaten Karanganyar.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemotor tewas seketika tertemper kereta api di daerah Dukuh Waru, Kabupaten Karanganyar, Selasa (26/11/2019).
Lokasi kejadian merupakan jalur tak berpalang pintu.
Pemotor mengendarai Yamaha Alfa AD 5441 KE.
Identitas korban bermana Muhammad Muarif (15).
Dia santri warga Kabupaten Blora yang sedang belajar di Pondok Pesantren Darul Muta'alimin.
Wakapolsek Kebakkramat, Iptu Darsito berujar semula korban memboncengkan temannya, Sholinnuha (16).
Mereka mengendarai motor dari arah pondok setempat ke utara, Jalan Raya Solo-Sragen.
"Sepeda motor tiba-tiba mogok di tengah perlintasan. Sholinnuha yang membonceng sempat turun untuk menarik sepeda motor. Tiba-tiba ada kereta melintas, Si Sholinnuha bisa lari, namun Muarif ketinggalan," ujarnya.
• Ritual Tawur Dhukut: Pesan Perdamaian di Lereng Gunung Lawu Karanganyar
• Pelajar SMKN Jenawi Karanganyar Sabet 2 Emas dan 2 Perunggu di Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Jateng
Mereka tertemper kereta Sancaka jurusan Yogyakarta-Surabaya, nomor lokomotif CC 2019220.
M Muarif tewas di lokasi kejadian.
Almarhum mengalami luka parah pada bagian kepala dan patah lengan tangan kiri serta kaki kiri.
Jenazah langsung dibawa ke RSUD Karanganyar, setelah olah tkp selesai. (Ais)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/santri-kecelakaan-kereta-api.jpg)