Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Menjelajah Tempat Asyik di Kota London

Pusat Perbelanjaan di London Ini Pembeli Diusir saat Mal Masih Ramai

Meski masih kalah pamor kalau dibandingkan dengan Paris soal barang-barang branded, bukan berarti turis di London harus pulang dengan tangan hampa.

Penulis: Erwin Ardian | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Erwin Ardian
ANTRE BAYAR – Pembeli antre saat akan membayar belanjaan di Primark Mall, di kawasan perbelanjaan Oxford, London, Minggu (1/12/2019) 

TRIBUNJATENG.COM - Fasilitas umum kota, gedung bersejarah, dan museum adalah tempat yang wajib dilihat kalau pergi ke London.

Namun semua itu tak sempurna kalau belum dilengkapi belanja.

Selalu saja ada alasan untuk berbelanja dan boros di London.

Meski masih kalah pamor kalau dibandingkan dengan Paris soal barang-barang branded, bukan berarti turis di London harus pulang dengan tangan hampa.

Hal pertama yang selalu menjadi alasan buat turis adalah, harga barang-barang branded di London lebih murah dibanding di Indonesia. Kedua, kualitasnya konon juga lebih bagus.

Ketiga, orang yang pergi ke London biasanya wajib membawakan oleh-oleh ke kerabat dan teman di negaranya.

Jika tiga alasan tersebut masih belum mempan untuk menghabiskan uang, maka alasan ke empat inilah yang paling ampuh.

“Kapan lagi kita bisa beli barang di London? Toh belum tentu nanti kita bisa ke sini lagi lho!”

Kalimat itu sering terucap dari teman-teman saya sesama orang Indonesia yang berkunjung ke London.

Nah, alasan ke empat ini yang rawan membuat orang kalap belanja. Jadi, ya tak ada pilihan lain lagi. Harus belanja, dan harus banyak.

Soal uang yang akan habis, pikir belakangan, mumpung di London. Mungkin itulah yang ada di benak semua turis di sini. Termasuk saya.

Untungnya, tak sulit mencari tempat-tempat belanja yang asyik di London. Mulai barang-barang yang branded hingga barang yang biasa, semua ada.

Soal harga juga sangat bervariasi, barang termahal hingga termurah lengkap tersaji.

Beruntung saat naik kereta Underground (bawah tanah) saya bertemu dengan Nia dan Amanda, dua warga Indonesia yang tinggal di London.

Saya segera tahu mereka saudara senegara, saat mendengar orang ngobrol berbahasa Indonesia tepat di belakang saya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved