Breaking News:

Bupati Kudus Non Aktif Tamzil Pekan Depan Disidang di Pengadilan Tipikor Semarang

Bupati non aktif Kudus Muhammad Tamzil, dan staff khususnya Agoes Soeranto segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang.

KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Bupati Kudus Muhammad Tamzil memberikan keterangan kepada wartawan saat meninggalkan Gedung KPK setelah diperiksa, Sabtu (27/7/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bupati non aktif Kudus Muhammad Tamzil, dan staff khususnya Agoes Soeranto segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang.

Ketua Pengadilan Negeri Semarang, Sutaji menuturkan tim antirasuah telah melimpahkan berkas kedua tersangka pada Selasa (3/12) lalu.

Kedua tersangka tersebut akan disidangkan dengan tim majelis hakim yang sama pada sidang kasus suap mantan PLT Sekertaris DPPKAD Kudus Akhmad Sofyan.

"Ketua majelis hakimnya tetap sama yaitu Sulistiyono," ujarnya, Rabu (4/12).

Ia mengatakan kedua tersangka tersebut akan disidangkan maksimal sepekan setelah pelimpahan berkas ke Pengadilan Tipikor.

Jumlah Pasien Banyak, Bupati Minta Layanan Cuci Darah RSUD Banjarnegara Ditingkatkan

Ini Poin Deklarasi Damai Para Calon Kepala Desa di Pilkades Serentak ke 3 di Demak

Andriko Minta Pemda Jamin Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Nataru 2020

"Pekan depan sudah mulai disidangkan," ujarnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Kudus Muhammad Tamzil yang menjadi tersangka kasus dugaan jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.

"Ditahan untuk 20 hari pertama mulai 27 Juli-15 Agustus 2019," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati Iskak, Sabtu (27/7/2019).

Selain Tamzil, dua tersangka lainnya yaitu Staf Khusus Bupati Kudus Agus Soeranto dan Plt Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Akhmad Sofyan juga ditahan.

Pada kasus tersebut Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Akhmad Sofyan disidangkan terlebih dahulu.

Akhmad dituntut selama selama tiga tahun penjara dan pidana denda sebanyak Rp 150 juta dengan kentuan apabila tidak dibayarkan maka digantikan dengan pidana kurungan selama enam bulan. (rtp)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved