Stikes Telogorejo

Mengenal Perawatan Paliatif Pada Anak

Perawatan yang kompleks untuk kanker tidak hanya berdampak pada fisik untuk anak dan orang tua tetapi juga emosional.

IST
Ilustrasi merawat anak sakit 

Oleh Suci Amalia Firdaus - Dosen STIKES Telogorejo Semarang

DARI tahun ke tahun, jumlah anak yang menderita penyakit kronis atau penyakit terminal terus meningkat, salah satunya adalah penyakit kanker. Anak dengan kanker dihadapkan dengan panjangnya proses pengobatan dari mulai penegakan diagnosis sampai dengan perawatan yang menimbulkan rasa nyeri, tidak nyaman, takut dan kehilangan kemampuan untuk beraktivitas seperti biasanya seperti sekolah dan bermain.

Perawatan yang kompleks untuk kanker tidak hanya berdampak pada fisik untuk anak dan orang tua tetapi juga emosional. Anak-anak dan orangtuanya diketahui mengalami kesusahan karena gejala dari penyakit anak, yang secara negatif mempengaruhi kualitas hidup untuk semua anggota keluarga.

Untuk meminimalkan penderitaan yang dialami anak dengan kanker dapat melalui perawatan paliatif. Apa itu perawatan paliatif? Siapa yang memerlukannya dan kapan diberikan?

Perawatan paliatif menurut World Health Organization (WHO) adalah pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga dalam menghadapi penyakit yang mengancam jiwa. Perawatan paliatif tidak berfungsi untuk mempercepat atau menunda kematian, melainkan memberikan perawatan pada seorang pasien dan keluarganya yang memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan dengan cara memaksimalkan kualitas hidup pasien serta mengurangi gejala yang mengganggu, manajemen nyeri, perhatian pada masalah yang di hadapi oleh anak dan keluarga terkait dengan kesakitan dan kematian.

Perawatan paliatif dimulai ketika penyakit didiagnosis dan berlanjut saat anak menerima pengobatan, menolong keluarga pasien dalam menghadapi kematian sampai dengan masa berkabung. Prinsip-prinsip dalam perawatan paliatif adalah membantu meringankan rasa sakit dan keluhan fisik anak, menghindari tindakan medis yang sia-sia, menjaga anak agar tetap merasa nyaman dalam menjalani hidup senormal mungkin sehingga anak tetap dapat menikmati kehidupannya sehari-hari, merasa senang dan bahagia.

Namun, pengetahuan masyarakat tentang perawatan paliatif masih minim. Masyarakat menganggap bahwa memberikan perawatan paliatif artinya tidak sayang lagi dengan pasien karena anggota keluarga yang sakit tidak dirawat di rumah sakit malah dibiarkan dirumah.

Banyak orang tua juga akan melakukan usaha apapun agar anaknya bisa sembuh, dengan melakukan berbagai prosedur terapi yang berdampak anak akan semakin tersiksa. Melalui perawatan paliatif, pasien yang sudah dalam stadium lanjut dan tubuhnya sudah tidak responsif terhadap pengobatan, ketika menghadapi fase akhir hayat pasien sudah siap secara psikologis dan spiritual, dengan kualitas hidup terbaik hingga diharapkan anak dapat meninggal dunia dengan kondisi die in dignity (husnul khotimah). (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved