Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Nelayan Pulau Selayar Temukan Ikan Oarfish Pertanda Gempa Tsunami, Ilmuwan Bantah Mitos dari Jepang

nelayan Pulau Selayar Pamatata menemukan ikan Oarfish atau yang lebih dipercaya sebagai ikan pertanda tsunami, Minggu (8/12/2019) pukul 12 siang. oarf

Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Facebook/ Irma Yanti Irma
Oarfish ditemukan di Pulau Selayar, Minggu (8/12/2019) sekitar pukul 12 siang. Oleh masyarakat Jepang, oarfish dipercaya sebagai ikan pertanda tsunami dan gempa bumi 

TRIBUNJATENG.COM- Baru-baru ini beredar kabar nelayan Pulau Selayar Pamatata menemukan ikan Oarfish atau yang lebih dipercaya sebagai ikan pertanda tsunami, Minggu (8/12/2019) pukul 12 siang.

Informasi tersebut diunggah oleh akun Facebook Irma Yanti Irma, dan dibenarkan oleh Najwa Latifah, seseorang yang mengaku sebagai saudara nelayan tersebut.

"Maaf ya kemarin saya sempat bilang hasil pancing, ternyata itu tidak benar ikan ini merapat ke perahu kata adek saya terus ditangkap ramai-ramai sama temannya," tulis Irma Yanti Irma dalam laman Facebooknya, Minggu (8/12/2019).

Kemudian Najwa Latifah membenarkan informasi tersebut.

"Maaf yah bantu jawab, saya dari keluarga yang mendapat ikan tersebut, jadi ikan ini benar didapat, bukan dipancing, waktu terjadinya jam 12 siang tanggal 8.

Ditemukan di Pulau Selayar Pamatata bagian Timur, terimakasih," balas Najwa Latifah.

Oleh masyarakat Jepang, ikan oarfish sendiri diyakini sebagai ikan pertanda gempa bumi dan tsunami.

Ikan ini biasanya hidup antara 200 hingga 1.000 meter di bawah permukaan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Ikan pertanda gempa dan tsunami tersebut sangat jarang ditemukan di permukaan jika habitat mereka baik-baik saja,

Oarfish akan muncul ke permukaan sebelum terjadi gempa di bawah laut.

Dalam cerita rakyat Jepang, oarfish dipercayai sebagai Utusan dari Istana Laut Dewa.

Biasa muncul di perairan dan di pantai-pantai Jepang. Penampakannya itu menandakan gempa bumi.

Sebelum gempa bumi dan tsunami Fukushima Jepang yang terjadi pada 2011 dan menewaskan lebih dari 20.000 orang, banyak yang menunjuk kemunculan oarfish dari tahun 2009-2010 sebagai pertanda.

Tetapi Profesor Shigeo Aramaki, seismolog di Universitas Tokyo, menepis kekhawatiran pengguna media sosial tentang ikan pertanda gempa tersebut.

Menurut ilmuwan, oarfish lebih peka terhadap perubahan kimia yang terjadi di perairan samudera saat terjadi gempa, bukan sebelum gempa terjadi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved