Warga Sriwulan Demak Tewas Terhujam Pecahan Kaca Jendela Terdampak Angin Puting Beliung
Pecahan kaca menghujam sebagian tubuh Maskurin ketika musibah angin kencang di Desa Sriwulan Kabupaten Demak, Minggu malam.
Penulis: Moch Saifudin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Seorang warga Desa Sriwulan tewas saat musibah angin Puting Beliung menerjang Kabupaten Demak, Minggu (8/12/2019) malam.
Korban bernama Maskurin (57), warga RT 5 RW 3 desa setempat.
Ketua RT 5, Sunarto menceritakan Maskurin sempat memperbaiki sakelar listrik di teras rumah.
Tiba-tiba atap berbahan asbes di terasnya roboh.
Bagian asbes mengenai kaca jendela rumah.
Pecahan kaca jendela serta menghujam tubuh Maskurin, yang saat itu sedang memperbaiki sakelar.
"Terus (pecahan kaca) mengenai tangan bagian kiri."
"Jadi seperti memotong sebagian tangan, entah mengenai urat nadi atau apa."
"Darah keluar semua," jelas Sunarto, Senin (9/12/2019).
• Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Permukiman di Kebumen, 11 Rumah Rusak
Kejadian tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.
Maskurin berteriak kesakitan sembari meminta pertolongan.
Selang beberapa saat warga setempat berdatangan.
Mereka membawa Maskurin ke RSUD Sultan Agung Semarang.
Sayangnya, nyawa Maskurin tak tertolong.
Kepala Desa Sriwulan, Zamroni mengabarkan kematian Maskurin disebabkan luka di urat nadi besar.
"Urat nadinya terputus kena pecahan kaca," kata Zamroni singkat.
• Angin Puting Beliung Robohkan 3 Kandang Ayam, Peternak Merugi Ratusan Juta Rupiah
Kematian Maskurin, sambungnya, diduga adanya keterlambatan penanganan.
"Semalam situasinya warga panik dengan kondisinya masing-masing."
"Karena angin kencang."
"Sehingga penanganan telat dan korban kehabisan darah,"jelasnya. (ivo)