Kenapa Ibu Rumah Tangga Rentan Terinfeksi HIV/AIDS? Ini Kata Kepala Dinkes Jateng
Data dari Kementerian Kesehatan, ada sebanyak 16.844 ibu rumah tangga di Indonesia terinfeksi HIV AIDS.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Data dari Kementerian Kesehatan, ada sebanyak 16.844 ibu rumah tangga di Indonesia terinfeksi HIV AIDS.
Data itu dibenarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah yang menyatakan populasi penderita terbanyak satu di antaranya ibu rumah tangga.
Kenapa ibu rumah tangga?
Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo menuturkan selama ini penelusuran untuk mencari penderita atau orang dengan HIV AIDS (ODHA) dilakukan di hotspot yakni lokalisasi, terminal, pangkalan truk, komunitas lelaki suka lelaki (LSL), dan sebagainya.
"Nah, ibu rumah tangga ini tidak ada di lokalisasi, mereka di rumah.
Kenapa ibu rumah tangga rentan atau berisiko?
Biasanya berasal dari suami yang bergonta-ganti pasangan," jelasnya, Selasa (10/12/2019).
Menurutnya, HIV AIDS yang terjadi pada ibu rumah tangga berisiko untuk menularkan virusnya pada anak.
Penularan pada anak saat masa hamil biasanya melalui placenta darah.
Karena itu, ia menargetkan seluruh ibu hamil di wilayahnya menjalankan layanan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) atau yang juga dikenal sebagai tes konseling HIV AIDS terintegrasi di sarana kesehatan.
PITC mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 2010.
Meski demikian, di beberapa daerah di Jateng, program ini baru dijalankan sejak 2019 ini.
"Harapannya semua ibu hamil menjalani tes.
Saat ini setiap tahun bisa 500 sampai 600 ribu yang menjalani tes.
Ini bertahap," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dr-yulianto-prabowo-mkes-beri-tips-sehat-berkendara-mudik.jpg)