Jual Karpet di Pinggir Jalan, 3 Pemuda di Tegal Ini Digelandang ke Pengadilan

Tiga orang penjual karpet di Kabupaten Tegal berujung ke kursi persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Slawi.

Jual Karpet di Pinggir Jalan, 3 Pemuda di Tegal Ini Digelandang ke Pengadilan
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Para penjual karpet disidang Tipirng oleh Pengadilan Negeri (PN) Slawi, Kamis (12/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Tiga orang penjual karpet di Kabupaten Tegal berujung ke kursi persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Slawi.

Mereka terpaksa menjalani sidang karena tidak mengindahkan teguran dari petugas Satpol PP Kabupaten Tegal saat melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di tepi ruas jalan Slawi-Adiwerna.

Kabid Penegakkan Perundang-undangan Perda (Gakunda) Satpol PP, M Taufik Suyadi mengaku, pihaknya sudah berulangkali menegur para pedagang yang berjualan di sepanjang ruas Jalan Slawi-Adiwerna, tepatnya di depan kantor Perhutani.

Namun, ada tiga orang pedagang yang membangkang dengan teguran tersebut.

Terpaksa, pihaknya melakukan tindakan tegas dan menyerahkan para pedagang itu ke PN Slawi.

Tak Menunggu Lama, Kapolres Demak Bantu Sukipan Bangun Kembali Rumahnya yang Ambruk Diterjang Angin

Kagum Lihat Suburnya Tanaman Tin di Indonesia, Warga Aljazair Rela Berguru ke Petani Wonosobo

6 Tim Penggerak PKK Kabupaten di Jateng Bantu Genjot Pendapatan Daerah dari Pajak Kendaraan

Budi Tewas Seketika Setelah Jatuh dari Lantai 7 Rita Supermall Purwokerto

"Ada tiga orang pedagang yang kami serahkan ke pengadilan pada Rabu (11/12/2019) kemarin," ungkap Taufik kepada Tribunjateng.com, Kamis (12/12/2019).

Dia melanjutkan, ketiga penjual karpet itu berinisial SL warga Jakarta Timur dengan barang bukti 15 karpet, BH warga Desa Kedokan Sayang, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal dengan barang bukti 11 karpet, dan AZ warga Desa Grobog Kulon, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal dengan barang bukti 9 karpet.

Menurut dia, para penjual ini melanggar Perda Kabupaten Tegal Nomor 7 tahun 2011 tentang Ketertiban Umum, pasal 27 Ayat 1 (berjualan di bahu jalan tanpa ijin).

"Sidang tipiring ini digelar pada Rabu (11/12/2019) pukul 14.30 WIB.

Adapun, sebagai kuasa Jaksa Penuntut Umum yakni, Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Tegal, Tavip Mulyartomi selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)," jelasnya.

Dia melanjutkan, hasil putusan dalam sidang itu, ketiga terdakwa dijatuhi hukuman kurungan penjara masing-masing selama 1 bulan penjara, dalam masa percobaan 3 bulan.

"Terdakwa juga wajib membayar biaya perkara. Masing-masing dikenakan Rp 5000 per orang," sambungnya.

Dia berharap, para pedagang yang berjualan di tepi jalan supaya dapat mematuhi aturan.

Dia juga menyarankan, jika tidak memiliki izin sah, sebaiknya mencari tempat yang lebih aman.

"Kami bertindak sesuai aturan. Jika mereka salah, tetap akan kami tidak," pungkasnya. (Tribunjateng/gum).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved