Pesta Pernikahan Unik di Semarang, Duda dan Janda Ini Menikah di Rumah Dinas Bupati
Pernikahan antara duda dan janda tersebut menyemarakkan Acara Bupati Semarang Mantu bertajuk Sakinah Mawaddah Wa Rahmah dalam rangka Hari Jadi Ke-36 K
Penulis: amanda rizqyana | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Agung Jayanto bin Kusyanto (29), warga Krajan RT 10 RW 01 Desa Klepu Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang akhirnya menikah dengan pujaan hatinya Nur Iftiyaningsih bin Sukarman (24), warga Kajangan RT 05 RW 02 Desa Kalongan Kecamatan Ungaran Timur di Rumah Dinas Bupati Semarang pada Minggu (15/12/2019) pagi.
Pernikahan antara duda dan janda tersebut menyemarakkan Acara Bupati Semarang Mantu bertajuk Sakinah Mawaddah Wa Rahmah dalam rangka Hari Jadi Ke-36 Kota Ungaran Sebagai Ibukota Kabupaten Semarang.
"Alhamdulillah, akhirnya kami bisa menikah bertepatan dengan Ulang Tahun Ungaran," ucap Agung.
• Kunduran Bis, Tak Kuat Menanjak Bus di Purbalingga Mundur Tabrak Avanza Asal Semarang
• Jelang Pilwakot Semarang 2020, Ini Komentar Petahana Hendi Soal Prediksi Calon Lawan dan Strateginya
• Vietnam, Pengekspor Lobster Terbesar di Dunia Yang Benihnya Bergantung pada Indonesia
• Vanessa Angel Coret Angka 80 Juta Jadi 118 Juta, Berikut Klarifikasinya
Keduanya bersyukur acara berjalan lancar.
Pernikahan keduanya digelar di Rumah Dinas Bupati Semarang dan menunjuk ayah Nur sebagai wali nikah.
Pasangan duda dan janda ini berharap pernikahan kedua mereka dapat berjalan hingga maut memisahkan.
Selain Agung dan Nur, ada pula 49 pasangan lainnya yang menyelenggarakan pernikahan di hari yang sama.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Semarang Mundjirin menyampaikan kegiatan nikah massal ini baru pertama kali dilaksanakan.
Menurutnya, hal tersebut merupakan wujud keberpihakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang pada warga yang mengalami kesulitan dana maupun administrasi.
"Ini wujud keberpihakan Pemkab Semarang kepada warga yang mengalami kesulitan dana maupun administrasi agar pernikahannya tercatat resmi secara formal,” ujarnya yang hadir didampingi Bintang Narsasi Mundjirin memberikan selamat kepada para pasangan yang berbahagia.
Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Semarang, Much Risun menjelaskan acara nikah massal ini memang menyasar pasangan kurang mampu dan penyandang disabilitas.
Dari lima puluh pasang pengantin yang mengikuti acara, terdapat satu pasang pengantin penyandang disabilitas dari Kecamatan Bergas.
“Selain latar belakang warga kurang mampu, kami juga membantu pasangan yang kesulitan administrasi kependudukan agar dapat menikah secara sah sesuai hukum negara,” katanya.
Dijelaskan, ada tiga pasangan pengantin yang sempat terganjal aturan administrasi kependudukan.
Salah satunya adalah seorang warga dari luar Pulau Jawa yang telah hidup bersama dengan warga Kabupaten Semarang dan memiliki anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menikah-di-rumah-dinas-bupati-semarang-pada-minggu-15122019-pagi.jpg)