Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang vs Madura United: Momentum Pemain Muda PSIS Semarang

PSIS Semarang akan kehilangan banyak pemain ketika menjamu Madura United, dalam lanjutan kompetisi Liga 1 pekan ke-33

Tayang:
TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL
Penyerang PSIS Semarang Bruno Silva mencetak gol melalui titik putih dalam laga melawan Semen Padang FC dalam lanjutan kompetisi Liga 1 pekan ke 32 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jumat (13/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- PSIS Semarang akan kehilangan banyak pemain ketika menjamu Madura United, dalam lanjutan kompetisi Liga 1 pekan ke-33 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Selasa (17/12) malam.

Bukan hanya satu atau dua, ada empat pemain sekaligus yang harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning saat menghadapi Madura United.

Mereka adalah Eka Febri, Finky Pasamba, Safrudin Tahar, dan penjaga gawang, Jandia Eka Putra.

Menyoal laga kontra Madura United ini, General Manager PSIS, Wahyu "Liluk" Winarto mengatakan, jika PSIS tetap mengincar kemenangan, walau tak diperkuat sejumlah pemain.

Selain empat pemain yang akumulasi, ada nama striker Claudir Marini Junior yang juga masih belum bisa dimainkan dalam laga kontra Madura United karena masih cedera.

"Untuk pertandingan besok lawan Madura United, tentunya kami akan mempersiapkan dengan baik. Walaupun mungkin kita ketahui, pemain PSIS banyak yang akumulasi kartu kuning," kata Liluk, Minggu (15/12).

Sebagai pengganti, nantinya PSIS bakal menurunkan sejumlah pemain pelapis. Dikatakan Liluk, hal tersebut bisa menjadi motivasi bagi para pemain yang dipercaya tampil dalam laga melawan Madura United.

Laga kontra Sappe Kerrab, julukan Madura United, bisa menjadi momentum bagi para pemain muda PSIS untuk unjuk kemampuan.

"Ya, tentunya dengan keadaan ini mau tidak mau kami harus merotasi pemain. Tapi saya kira tidak beda jauh.

Mereka ini kan kualitasnya mumpuni. Ada pemain muda yang belum punya jam terbang, seperti Endang,

Andreas, Yoga, dan Tegar bisa jadi opsi nantinya. Ini kesempatan pelatih untuk menurunkan pemain muda," kata Liluk.

Bagi PSIS, laga kontra Madura United ini sudah tak berpengaruh apa-apa. PSIS akan tetap berada di Liga 1 musim depan.

PSIS hanya tinggal membidik kemenangan kontra Madura United dan Bhayangkara FC untuk bisa finis di posisi tengah klasemen.

Saat ini, skuat besutan Bambang Nurdiansyah bercokol di peringkat 9 klasemen sementara dengan raihan 43 poin.

Dengan dipastikannya PSIS aman dari ancaman degradasi, laga kontra Madura United sebetulnya sudah bukan menjadi partai krusial bagi Hari Nur Yulianto dkk.

PSIS yang saat ini bercokol di posisi sembilan klasemen sementara, hanya membutuhkan kemenangan pada dua laga terakhir untuk mengejar target di awal musim, yaitu finis pada posisi delapan besar.

Liluk mengatakan, dia optimis target tersebut bisa tercapai di akhir musim.

"Yang jelas kami tetap fight. Karena ini sudah aman dari ancaman degradasi, dan manajemen sudah mematok target delapan besar.

Ini kesempatan terbuka. Jika dua home terakhir ini kami sapu bersih, maka kesempatan mencapai target awal musim ini terbuka lebar," tandas Liluk.

Pernyataan Marini

Dalam kesempatan terpisah, bomber PSIS asal Brasil, Claudir Marini Junior, merasa masih belum yakin bisa memperkuat skuat Mahesa Jenar dalam dua laga sisa di musim ini.

Marini mengaku, cedera yang ia alami cukup parah. Dia mendapatkan cedera betis kaki kiri kala memperkuat PSIS menghadapi PSM Makassar, beberapa waktu lalu.

Jika memang benar Marini belum bisa dimainkan hingga akhir musim, artinya pemain berusia 27 tahun ini mengakhiri kompetisi Liga 1 lebih cepat. Kondisi serupa juga dialami gelandang PSS Sleman, Brian Ferreira, dan striker Kalteng Putra, David Bala.

"Masalah pada cedera betis saya cukup dalam, dan mungkin saya tidak bisa bermain lagi untuk PSIS hingga akhir musim," kata Marini, Jumat (13/12) lalu.

Ia mengatakan, kondisinya sebetulnya sudah mulai membaik. Akan tetapi ketika berlari, Marini masih merasakan sakit.

"Pertandingan terakhir (PSIS) melawan Bhayangkara hanya menyisakan sepuluh hari lagi. Sebuah keajaiban jika saya bisa bermain. Saya sangat sedih dengan situasi sekarang, tapi mungkin ini rencana Tuhan," imbuh Marini.

Laga Pamungkas Maju Sehari

Pertandingan pamungkas PSIS Semarang di Liga 1 2019, yakni saat menjamu Bhayangkara FC , Magelang dipastikan maju lebih cepat.

Pertandingan itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Moch Subroto, Magelang, Sabtu (21/12) mendatang. Sebelumnya, laga PSIS kontra Bhayangkara FC dijadwalkan pada 22 Desember.

Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) PSIS, Danur Rispriyanto, membenarkan adanya jadwal baru laga PSIS kontra Bhayangkara FC tersebut.

Danur menyebut, pihaknya sudah mendapat pemberitahuan resmi dari operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB), soal perubahan jadwal.

"Dari PT Liga ada surat yang menyebutkan kalau pertandingan PSIS versus Bayangkara FC maju jadi hari Sabtu. Surat dari LIB tertanggal 14 Desember 2019 tentang pertandingan (pekan) ke-34," kata Danur, Minggu (15/12).

Adapun mengenai jadwal pertandingan, duel kontra The Guardian ini tetap akan berlangsung malam hari.

"Untuk jadwalnya, tetap pukul 18.30. Jadi hanya tanggal pelaksanaannya yang berubah. Maju sehari, menjadi 21 Desember," ucap Danur, yang juga anggota DPRD Kota Semarang tersebut.

Sebelum laga menghadapi Bhayangkara FC, PSIS akan lebih dulu melakoni pertandingan home lain kontra Madura United, Selasa (17/12) besok. Laga akan berlangsug di Stadion Moch Subroto, mulai pukul 18.30. (arl)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved