Belasan Calon Jemaah Umrah Melapor ke Satreskrim Polresta Banyumas, Terkena Tipu Biro
Ketika didatangi pemilik biro perjalanan sekaligus pengasuh pondok pesantren tidak ada di tempat
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Sejumlah calon jamaah umrah mendatangi kantor Satreskrim Polresta Banyumas, pada Selasa (17/12/2019).
Para calon jamaah haji tersebut mempertanyakan kepastian keberangkatan umrah.
Sebelumnya pada Minggu (15/12/2019) sore belasan calon jamaah umrah tersebut sempat mendatangi sebuah pondok pesantren di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Pondok pesantren tersebut dijadikan sebagai kantor biro perjalanan umrah.
Ketika didatangi pemilik biro perjalanan sekaligus pengasuh pondok pesantren tidak ada di tempat.
Suwito (60), salah satu calon jamaah umrah mengatakan telah menyerahkan uang sekitar Rp 50 juta untuk biaya umrah bersama istrinya.
Dia sudah 9 bulan mendaftar, namun tidak juga berangkat umrah dan tidak kunjung diberangkatkan.
"Kebetulan saudara istri saya juga ada lima orang yang ikut mendaftar umrah.
Awalnya dijanjikan berangkat bulan puasa, tapi mundur terus, terakhir bilang 26 November, tapi batal," ujar Suwito kepada Tribunjateng.com, Selasa (17/12/2019).
Tidak jauh berbeda dengan Suwito Tari (50) bersama ibu dan ketiga adiknya telah menyerahkan uang lebih dari Rp 150 juta.
Tari telah menyerahkan biaya umrah sekitar bulan Maret 2019 lalu.
"Pertama masing-masing bayar Rp 17 juta, dikembalikan Rp 400 ribu.
Kemudian minta tambahan Rp 5 juta, karena mau Lebaran di sana, tapi sampai sekarang tidak berangkat-berangkat," ungkapnya.
Setiap bulan biro perjalanan selalu menjanjikan akan segera diberangkatkan umrah.
Namun janji tersebut tidak pernah terealisasi dengan berbagai alasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/salah-satu-jamaah-umrah-yang-mendatangi-kan.jpg)