Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ditopang Bambu hingga Plafon Hampir Rubuh, Begini Kondisi Belajar di SDN 1 Sendangdawung Kendal

Situasi belajar mengajar yang tidak nyaman dirasakan oleh siswa dan guru SDN 1 Sendangdawung, Kendal.

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: muh radlis

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Situasi belajar mengajar yang tidak nyaman dirasakan oleh siswa dan guru SDN 1 Sendangdawung, Kendal.

Bagaimana tidak mereka belajar mengajar di bawah naungan bangunan yang kondisinya memperihatinkan.

Salah satu ruang kelasnya yakni ruang kelas lima hampir roboh sehingga harus disangga dengan bambu agar dapat berdiri tegak.

Eternit di kelas lainnya juga mengalami kerusakan sehingga nambak bolong menganga di kelas lainnya.

Selain ruang kelas itu, ruang perpustakaan dan gudang sekolah tersebut juga mengalami kerusakan sehingga saat ini tidak dapat digunakan.

Hendi Kecewa, Sebut Kontraktor RSUD Mijen Tak Berkualitas dan Tidak Bertanggung Jawab

Difable di Kota Semarang Sudah Tak Perlu Khawatir, Grab Luncurkan Layanan Khusus Disabilitas

Kementerian PUPR Gelontorkan Rp 223 Miliar Bangun Jalur Lingkar Utara Brebes-Tegal

Mahasiswa Udinus Bikin Aplikasi Natahyuk, Apa Itu?

Akibatnya, siswa kelas lima dan kelas tiga SDN 1 Sendang dawung terpaksa harus belajar di satu kelas yang sama.

Mereka belajar dalam sebuah ruangan kelas yang sempit karena terbagi kedua untuk kelas lima dan kelas tiga.

Seorang siswa kelas lima, Nadita Miza (10) mengatakan bahwa belajar dalam kondisi ini membuat dirinya merasa tidak nyaman.

Pasalnya kelas yang ia gunakan belajar juga mengalami bocor saat hujan turun sehingga proses belajar mengajar menjadi terganggu.

"Kelasnya dijadiin satu, jadi tidak enak buat belajar.

maunya diperbaiki tidak ingin seperti ini," katanya saat ditemui, Selasa (17/12).

Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu Guru sekolah tersebut yakni Zumrah.

Menurutnya kondisi serupa membuat kegiatan siswanya tidak merasa nyaman.

Namun menurutnya sebisa mungkin pihak sekolah membuat proses belajar mengajar tetap berjalan normal.

"Untuk ruang kelas yang rusak berat itu kelas lima sehingga kami barengkan dengan kelas tiga karena kondisi ruangan yang sudah tidak dapat dimungkinkan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved