Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Heboh Pohon Rambutan Menangis di Pekalongan, Polisi Bertindak hingga Gandeng Banser dan Anshor

Menurutnya, pohon yang meneteskan air ini sudah viral di sosial media, sehingga banyak warga yang berbondong-bondong ke lokasi

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muslimah
Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Warga berbondong-bondong mendatangi pohon rambutan yang berada di Desa Petukangan, Kecamatan Wiradesa yang meneteskan air dan viral di sosmed 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Kapolsek Wiradesa AKP Yoriza Prabowo mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak mengaitkan dengan hal mistis, terkait pohon rambutan yang meneteskan air di Desa Petukangan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Menurutnya, pohon yang meneteskan air ini sudah viral di sosial media, sehingga banyak warga yang berbondong-bondong ke lokasi.

"Fenomena ini merupakan hal yang wajar dan ini tidak semua pohon terjadi."

"Bahkan, fenomena ini bisa diilmiahkan," kata AKP Yoriza saat ditemui Tribunjateng.com, Selasa, (17/12/2019).

AKP Yoriza mengungkapkan imbas dari viralnya pohon ini, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar wilayah tersebut.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menekankan bahwa fenomena biasa saja dan jangan dibesar-besarkan.

"Lokasi pohon ini berada di pinggir jalan, sehingga arus lalu lintas mesti terhambat.

"Kita juga akan bekerjasama dengan banser ataupun Anshor, untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar," tambahnya.

Warga berbondong-bondong mendatangi pohon rambutan yang berada di Desa Petukangan, Kecamatan Wiradesa yang meneteskan air dan viral di sosmed.
Warga berbondong-bondong mendatangi pohon rambutan yang berada di Desa Petukangan, Kecamatan Wiradesa yang meneteskan air dan viral di sosmed. (Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo)

Warga Heboh

Fenomena dua pohon rambutan yang menangis, menghebohkan warga Desa Petukangan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin, (16/12/2019).

Pohon yang berukuran lumayan besar itu, lantas membuat heboh warga sekitar.

Warga setempat pun berbondong-bondong datang ke lokasi untuk mengetahui kebenarannya.

Ustadz Marzuki tokoh agama desa setempat mengatakan peristiwa ini sudah terjadi agak lama hampir satu bulan lamanya.

"Banyak anak-anak yang bertanya kepada saya, kenapa pohon itu bisa mengeluarkan air. Saya jawab, itu biasa. Kalau pohon mengeluarkan air biasa, karena pohon mempunyai cadangan air di batangnya."

"Dari jawaban saya, banyak anak-anak yang memviralkan pohon tersebut. Bahkan ada yang memberi keterangan mistis dan terdengar suara dari pohon tersebut," kata Marzuki kepada Tribunjateng.com.

Marzuki menekankan bahwa pohon yang mengeluarkan air itu tidak ada berbau mistis. Hanya ini fenomena biasa.

Menurutnya, pohon yang mengeluarkan air itu terjadi pada malam hari.

"Kalau siang hari, pohon ini tidak mengeluarkan air," ungkapnya.

Ia mengungkapkan semenjak viral di sosial media. Banyak warga yang berdatangan dan melihat fenomena ini.

"Sejak hari Kamis, (12/12/2019) hingga sekarang banyak yang datang untuk melihat pohon yang mengeluarkan air ini," jelasnya.

Marzuki menambahkan upaya yang dilakukan warga setempat usai pohon rambutan yang meneteskan air itu menjadi viral, setiap malam para pemuda mengatur arus lalu lintas di sekitaran lokasi.

Sementara itu, Sekretaris Desa Petukangan Ari Susanti mengatakan fenomena seperti ini bisa diilmiahkan.

"Sebelum saya baca-baca mengenai fenomena ini, saya pikir di bawah pohon tersebut aliran airnya melimpah. Sehingga banyak pohon yang subur."

"Namun, setelah saya baca ternyata pohon yang meneteskan air itu sangat logis," katanya.

Kemudian, mengenai keluarnya air yang hanya terjadi pada malam hari menurutnya karena penguapan saat siang hari.

"Mungkin sinar matahari secara langsung membuat air menguap. Sehingga air tidak ada yang jatuh di siang hari," ucapnya.

Aris menambahkan, sebagai pemerintah desa pihaknya mengimbau bagi masyarakat yang ingin melihat untuk menjaga kondusifitas keamanan di Desa Petukangan, Kecamatan Wiradesa.

"Kalau mau datang dan lihat silahkan. Tapi saya tekankan bahwa fenomena ini adalah hal yang biasa dan bisa diilmiahkan," tambahnya.

Terpisah Amelia (12) warga Desa Slirejo, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan mengatakan ia bersama teman-teman sengaja datang ke pohon menangis ini karena penasaran.

"Penasaran saya mas dan juga pohon ini viral di sosial media, akhirnya saya teman-teman datang ke lokasi pohon menangis," katanya.

Menurutnya, setelah datang ke lokasi memang benar bahwa pohon rambutan ini meneteskan air. 

Warga berbondong-bondong mendatangi pohon rambutan yang berada di Desa Petukangan, Kecamatan Wiradesa yang meneteskan air dan viral di sosmed
Warga berbondong-bondong mendatangi pohon rambutan yang berada di Desa Petukangan, Kecamatan Wiradesa yang meneteskan air dan viral di sosmed (Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo)

Penjelasan Ilmiah

Plt Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Rintono mengatakan viralnya pohon rambutan menangis di Desa Petukangan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah merupakan fenomena yang biasa dan bisa diilmiahkan.

"Proses itu namanya gutasi.

Gutasi yaitu air ini berlebihan dari yang dibutuhkan dari maka air ini akan dikeluarkan," kata Rintono kepada Tribunjateng.com, saat ditemui di kantornya, Selasa, (17/12/2019).

Rintono, menerangkan, tanaman memiliki organ tubuh yang namanya akar.

Akar ini menyerap air dari dalam tanah untuk disebarkan ke seluruh tubuh di tanaman itu sendiri, seperti batang dan daun.

"Mungkin yang di Petukangan itu air gutasi, karena pada saat ini menjelang musim hujan jumlah air di dalam tanah mungkin berlebihan, dari yang dibutuhkan pohon itu sehingga dikeluarkan yang namanya gutasi.

Secara teori itu dinamakan gutasi," ungkapnya.

Dikatakan, jika batas air sudah seimbang, maka pohon itu tidak akan mengeluarkan air lagi.

"Proses ini sebenarnya bisa terjadi pada malam dan siang hari.

Namun pada siang hari karena ada terik matahari maka kondisinya panas, sehingga kondisinya seimbang," tuturnya

Rintono menambahkan kejadian itu hanya fenomena biasa, tidak ada kaitan dengan mistis atau apa.

"Ini bisa dibuktikan secara ilmiah."

"Saya mengimbau kepada warga tidak usah takut dengan fenomena itu, karena itu hal biasa yang bisa terjadi di alam bebas," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved