Ini Predator Ular Kobra Yang Populasinya Kian Menyusut
Maraknya kemunculan ular kobra di pemukiman, bukan cuma karena sedang musim menetas.
Garangan adalah karnivora kecil anggota suku Herpestidae.
Menyebar luas di Asia Tenggara dan Selatan, hewan ini dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Javan mongoose, small Indian mongoose, atau small Asian mongoose.
Garangan bertubuh kecil hingga sedang, panjang kepala dan tubuh 250–410 milimeter, sedangkan ekornya 60–80 persen lebih panjang dari kepala dan tubuhnya.
Bobot tubuhnya berkisar antara 0,5 sampai 1 kilogram.
Garangan memiliki warna bulu cokelat kelabu atau cokelat kemewahan.
Hewan pemangsa ini umumnya hidup di semak-semak dan padang rumput, daripada di hutan yang rapat.
Aktif di atas tanah (terestrial) dan jarang memanjat pohon, garangan tidur dalam lubang-lubang di tanah, lubang pohon dan tempat yang serupa.
Garangan jawa aktif berburu mangsa di siang maupun malam hari.
Ia sering terlihat menyeberangi jalan di siang hari, dengan badan rendah di atas tanah dan ekor lurus di belakangnya.
Mangsa utamanya adalah tikus, tetapi garangan tidak keberatan memangsa apa pun hewan kecil yang ditemuinya seperti ular kobra, burung, reptil, kodok, yuyu, serangga, ayam, dan bahkan kalajengking.
Garangan dikenal sebagai musuh atau pemangsa ular.
Perkelahian garangan dengan ular kobra seing terjadi, meski ular hanyalah bagian kecil dari porsi mangsa garangan.
Garangan jawa tidak memiliki musim kawin yang khusus.
Hewan betina melahirkan 2–4 anak, setelah mengandung selama sekitar 6 minggu.
Namun, jumlah populasi garangan saat ini jauh lebih sedikit dibanding anakan ular akibat perburuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/anak-ular-kobra.jpg)