Sabtu, 23 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Opini

OPINI Erine Octalia : Jateng Gadis Seksi bagi Investor

Jawa Tengah kini menjadi incaran bagi para investor dunia. Ketersediaan lahan, penetapan upah, infrastruktur, hingga iklim investasi

Tayang:
ISTIMEWA
Erine Octalia 

Oleh Erine Octalia

Mahasiswa Magister Sains Psikologi, Unika Soegijapranata.

Jawa Tengah kini menjadi incaran bagi para investor dunia. Ketersediaan lahan, penetapan upah, infrastruktur, hingga iklim investasi dan jaminan keamanan yang kondusif menjadi alasan para investor tertarik tanam modal di Jawa Tengah.Terbukti, triwulan I hingga III tahun 2019 Jawa Tengah mencatat realisasi investasi sebesar Rp 47,24 triliun.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat 59 investor dari China dikabarkan akan merelokasikan perusahaannya dari luar masukke Jawa Tengah. Selain perusahaan dari luar Indonesia, 140 perusahaan dari Jawa Barat pindah ke Jawa Tengah karena berbagai faktor.

Suasana yang kondusif baik dari segi keamanan dan politik dianggap menjadi salah satu daya tarik investor untuk merelokasi perusahaannya. Data dari databoboks.katadata.co.id terungkap jumlah investor pada tahun 2018 mencapai 38.940 orang. Sementara target BEI pada tahun 2019 naik 15 ribu investor.

Dan hingga Juni 2019 tercatatinvestor sudah mencapai 6.900diperkirakan masih akan terus meningkat. Jumlah tersebut tersebar di 15 kabupaten/kota jangkauanBEI Semarang.

Investor melihat adanya peluang yang besar dan peningkatan nilai investasi di Jawa Tengah. Nilai investasi di Jawa Tengah tahun 2015 hingga tahun 2019 mencapai Rp 211,19 triliun terdiri dari investasi Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 110,85 triliun dengan 4.964 proyek yang menyerap 335.735 tenaga kerja.

Adapula Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 100,34 dengan 7.121 proyek yang menyerap 221.071 tenaga kerja. Hal ini memperlihatkan capaian yang baik bagi Jawa Tengah dalam sektor investasi untuk jangka panjang.

Investor terbanyak yang datang ke Jawa Tengah untuk berinvestasi adalah kaum milenial, investor yang berusia 18-25 tahun mencapai 25.411 orang yang membuka investasi baru di Jawa Tengah sehingga diperkirakan perusahaan yang berada di Jawa Tengah adalah perusahaan manufaktur dan pariwisata.Disamping itu, salah satu alasan para investor baru datang ke Jawa Tengah karena melihat kinerja para buruh di Jawa Tengah yang baik. Telaten, patuh, mudah menerima, dan tidak aneh-aneh adalah sifat buruh di Jawa Tengah.

Sifat itulah yang membuat daya tarik bagi para investor untuk membuka investasi baru dan mempekerjakan parah buruh Jawa Tengah di perusahaannya. Karena harapannya dengan memiliki para pekerja dengan sifat tersebut akan mempermudah kemajuan perusahaan para investor.

Disamping itu dengan banyaknya investor yang datang maka akan membantu mengurangi tingkat pengangguran di Jawa Tengah. Terbukti sesuai data dari nasionalxpos.co.id hingga triwulan I-III tahun 2019, sebanyak 71.639 pengangguran berhasil diserap bekerja di sejumlah perusahaan.

Mengutip data dari cnbcindonesia.com mengenai banyakburuh yang berasal dari Jawa Tengah bekerja di Jawa Barat terlihat kembali ke Jawa Tengah dengan alasan upah yang diberikan tidak mencukupi.

Hal ini dikarenakan upah yang diberikan adalah upah dengan standart UMK Jawa Barat sehingga banyak yang memutuskan untuk kembali dan bekerja di Jawa Tengah. Upah yang ditetapkan di Jawa Tengah menjadi hal yang cukup disoroti bagi para buruh dalam mempertimbangkan hidupnya.

Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ganjar Pranowo telah menetapkan upah yang akan berlaku di tahun 2020. Kota Semarang menjadi kota dengan jumlah upah tertinggi yaitu 2.715.000 sedangkan Kabupaten Banjarnegara menjadi kota dengan upah terendah yaitu 1.748.000. Rata-rata kenaikan jumlah UMK di Jawa tengah mencapai 8,57 persen.

Selain upah, Jawa Tengah juga memiliki pelayanan dan perizinan yang baik dengan prinsip “mudah, murah, dan cepat”. Pelayanan perizinan di Jawa Tengah terbaik dengan meraih peringkat pertama penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Terbaik se-Indonesia dalam acara Investment Award 2018.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved