Breaking News:

Didim Klaim Paving Blok dari Sampah Plastik Lebih Kuat Tahan Beban 20 Ton

Didim Dimyanudin warga Batang, Jawa Tengah saat ini tengah mengkampanyekan bagaimana mengelola sampah plastik agar tidak mengganggu lingkungan dan

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Didim sedang melakukan proses pencetakan paving block dari sampah plastik yang sudah meleleh 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Didim Dimyanudin warga Batang, Jawa Tengah saat ini tengah mengkampanyekan bagaimana mengelola sampah plastik agar tidak mengganggu lingkungan dan bisa bermanfaat kembali.

Ia pun berinovasi mengolah sampah plastik atau limbah plastik menjadi paving blok yang tak hanya untuk menyelamatkan lingkungan namun juga bernilai ekonomis.

Mengolah sampah plastik menjadi paving blok ternyata mampu membuat langkah kecil agar sampah tidak sampai di TPA atau Tempat Pembuangan Akhir.

Menurut laki-laki yang tinggal di Perumahan Citra Harmoni Desa Rowobelang, Kecamatan Batang itu, inovasi paving block dari sampah plastik juga menjadi cara jitu untuk menyingkirkan sampah plastik yang sukar diatasi, lebih bermanfaat dan tidak menyisakan limbah plastik.

Ditambah, proses pembuatannya cepat dan alat yang digunakan cukup sederhana hanya menggunakan cetakan paving blok dan tempat pembakaran dari parabola bekas.

Haru, Begini Respon Kapolres Kebumen saat Tahu Anak Buahnya Tak Lagi Bisa Melihat Wajahnya

Ini Pesan Bupati Asip kepada Panwascam di Kabupaten Pekalongan yang Baru Dilantik

Kerja Sama dengan Pertamina, Pemkab Karanganyar Bagikan 1.690 Tabung Gas 5,5 Kg

Bupati Kendal Mirna Annisa Ikut Tes Penjaringan di PDI Perjuangan Jawa Tengah

"Karena semua sampah plastik bisa, tinggal dibakar sampai meleleh, jadi tidak menyisakan sampah plastik lainnya dan lelehan itu kemudian dicetak menjadi paving block, waktunya cepat satu blok paling 20 menit jadi," ujarnya, Senin (23/12/2019).

Didim mengklaim produk dari sampah plastik itu lebih kuat dan awet dan dari paving block biasa.

Kepada tribunjateng.com, Didim mempraktekkan seberapa kuat paving block dari sampah plastik itu dengan cara dilempar dan dijatuhkan dari ketinggian beberapa meter secara berkali kali.

Paving blok dari sampah plastik itu tidak pecah.

"Saya sudah mencobanya sampai berkali kali, dan ini saya perlihatkan langsung saya lempar dan jatuhkan berkali kali nyatanya tidak pecah, kalau paving block biasa dilempar dua kali saja paling sudah pecah," jelasnya.

Dia pun mengklaim, paving blok dari sampah plastik memiliki daya tekan yang ditaksir mencapai 20 Ton dan bisa awet hingga 20 tahunan.

Meski sekarang hanya untuk dipakai di lingkungan perumahan.

Namun apabila ada yang membutuhkan ia jual dengan harga Rp 5 Ribu perbuah atau Rp 98 Ribu permeter persegi yang berisi 28 buah.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved