Ezechiel N Douassel Mundur dari Persib Bandung, Bobotoh: Kaget Pisan, Kemarin Mencetak Empat Gol
Ezechiel N Douassel memutuskan untuk mengundurkan diri dari Persib Bandung untuk musim depan.
TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Ezechiel N Douassel memutuskan untuk mengundurkan diri dari Persib Bandung untuk musim depan. Keputusan ini mengagetkan bobotoh.
Pemain asal Chad itu sudah berseragam Maung Bandung selama 2,5 tahun.
Hal ini disampaikan, Manajer Persib, Umuh Muchtar, kepada awak media di Graha Persib, Jalan Sulanjana No 17, Senin (23/12/2019).
Umuh mengatakan bahwa Ezechiel sendiri yang meminta untuk tidak menjadi bagian Persib musim depan.
Belum diketahui alasan bomber bernomor punggung 10 itu mengundurkan diri. Sebab jika dinilai secara performa, Ezechiel musim ini tak buruk-buruk amat. Dia mampu menjadi top skorer Persib dengan 15 gol.
Ketua Viking Persib Club (VPC), Herru Djoko, mengaku terkejut mendengar kabar pengunduran diri Ezechiel.
Apalagi Ezechiel sedang dalam performa yang bagus seusai mencetak enam gol dalam dua pertandingan terakhirnya.
"Kaget, apalagi kemarin berhasil mencetak empat gol. Berarti kualitasnya jelas. Memang berproses untuk bisa lebih baik. Jadi kaget. Kaget pisan (banget).
Tapi kan saya hanya bicara itu saja dan merasa kehilangan. Kalau teknis kan yang punyanya tim pelatih. Yang pasti kemarin sudah mencetak gol jelas, bobotoh melihat empat gol," ujar Herru lewat sambungan telepon, Senin (23/12/2019).
Herru mengaku tak ingin terlalu banyak membahas soal keputusan Ezechiel yang mengundurkan diri dari sisi teknis.
Karena menurutnya, tim pelatih yang memiliki kewenangan untuk berbicara.
Namun sebagai seorang suporter, tentu saja hal ini cukup menganggetkan karena kontribusi yang diberikan Ezechiel, khususnya dalam beberapa laga terakhir.
Ezechiel sendiri memiliki masalah emosi yang disebut banyak pihak kerap kali merugikan tim.
Dia kerap kali menerima kartu kuning tidak perlu sehingga harus absen dibanyak pertandingan.
Musim ini, Ezechiel menjadi pengoleksi kartu kuning terbanyak di Persib.
Dia menerima sembilan kartu kuning dan satu kartu merah dari 26 pertandingan.
Achmad Jufriyanto yang notabene merupakan pemain bertahan justru hanya mengoleksi sembilan kartu kuning.
Soal emosi Ezechiel yang kerap kali tak terkontrol, Herru mengungkapkan bahwa itu bisa diubah. Karena Ezechiel sendiri sudah paham atmosfer di Liga Indonesia yang membuatnya pada musim depan bisa lebih mengontrol emosi.
"Itukan tim teknis bisa mengatasi itu, itukan ada ilmunya. Dan Eze juga melihat pesepakbolaan Indonesia sudah tahu, dia juga sudah paham pasti ada yang paham untuk hal seperti itu," katanya.
Soal pengganti Ezechiel jika benar-benar pergi meninggalkan Persib, Herru menekankan untuk mencari yang lebih baik.
Apakah yang pernah merumput di Indonesia atau bukan, terpenting adalah bisa memberikan kontribusi maksimal.
"Itu mah pemain yang terbaik saja yang kami minta. Siapapun itu jadi pemain terbaik saja, mau yang baru di Indonesia maupun yang belum yang pasti tim teknis ebih tahu kebutuhan tim," katanya.
Supardi Teteskan Air Mata di Laga Terakhir Hariono
Pemain Persib Bandung Hariono mendapat sambutan perpisahan luar biasa pada pertandingan Persib Bandung vs PSM Makassar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (22/12/2019).
Pemain sekaligus kapten Persib, Supardi Nasir, mengaku sempat meneteskan air mata ketika harus melihat Hariono pergi.
Hariono, pemain yang telah membela Maung Bandung selama 11 tahun itu dielu-elukan bobotoh selama pertandingan.
"Saya tipikal laki laki cengeng, saya merasa dekat dengan semua pemain apalagi dengan Hariono yang ketika saya masuk sini sudah menjadi legenda di sini.
Jadi kebersamaan bersama Hariono seperti yang saya katakan kemarin, kita pernah terpuruk, kita pernah dipuja, kita pernah semuanya pernah kita rasakan," ujar Supardi dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan.
Menurut Supardi Nasir, Hariono sosok yang baik dan memiliki kepribadian respek ke pemain dan teman-temannya.
"Yang paling penting tuh dia pendiam, ga banyak omong," ungkap Supardi.
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts bersama kapten tim Supardi Nasir (Persib.co.id/Gregorius A.K)
Menurut pemilik nomor punggung 22 itu, Hariono sangat pantas mendapat perpisahan luar biasa seperti hari ini.
Setelah apa yang dilakukannya untuk Persib, Hariono sudah selayaknya mendapatkan pesta ini.
"Layak diberikan untuk Hariono perpisahan seperti ini, karena di mata bobotoh dia pasti berkesan pastinya.
Saya selalu mendoakan siapapun yang sudah tidak bersama lagi.
Saya mendoakan yang terbaik untuk teman-teman kita, mendoakan Hariono mudah-mudahan tetap bisa berkarir dan berkarya di manapun Hariono bermain, ukhuwah kita akan terus terjalin," katanya.
Di samping itu, Supardi sangat puas dengan kemenangan 5-2 Persib dari PSM.
Menurut Supardi, hasil ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh elemen tim dari mulai pemain, pelatih, hingga suporter.
"Hasil yang patut kita syukuri, alhamdulillah hasil yang kita inginkan tercapai hari ini,pemain semua bekerja, ini berkat kerja sama semua bukan hanya pemain dilapangan saja berkat semua komponen malam ini, terima kasih untuk dukungannya semua," ucapnya.
Robert Rene Alberts buka suara
Untuk menepis berbagai anggapan miring publik terkait dipensiunkannya pemain kawakannya, Robert Rene Alberts mulai buka suara.
Pelatih Persib Bandung tersebut akhirnya ungkap alasan sebenarnya tak memperpanjang kontrak Hariono.
Sempat menjadi tanda tanya para bobotoh, Robert Rene Alberts ungkap satu persatu alasannya.
Robert Rene Alberts menilai, keputusan tak memperpanjang kontrak Hariono berkaitan dengan regenerasi pemain di skuat Persib Bandung.
Pelatih asal Belanda ini menyebut, keputusan itu menjadi hal yang normal bagi setiap klub sepak bola profesional di seluruh dunia.
Ia memastikan keputusan itu berkaitan dengan upaya memaksimalkan para pemain muda yang berada di skuat Persib Bandung saat ini.
"Ini terjadi di setiap klub dan normal," ucap Robert seperti dilansir dari BolaStylo.com, Minggu (22/12/2019) petang.
"Kami harus memaksimalkan para pemain muda muncul ke permukaan.
"Karena mereka tak banyak mendapat menit bermain di tahun ini," imbuhnya.
Menurut Robert beberapa pemain muda yang dimiliki Persib seperti Gian Zola dan Beckham Putra Nugraha.
Bagi mantan pelatih Arema Indonesia dan PSM Makassar ini musim kompetisi baru merupakan waktu yang tepat untuk regenerasi pemain.
"Kami masih memiliki pemain yang akan datang," ujar Robert.
"Dan ada pula pemain seperti Zola dan Beckham."
"Jadi ini waktunya tim melakukan regenerasi, talenta baru harus dimunculkan dan semua pemain harus lebih berkontribusi," imbuhnya.
Menurut Robert, masalah ini juga sudah dibicarakan oleh Hariono terkait tak diperpanjangnya kontrak sang pemain.
Meski berat, Robert sangat yakin sang pemain akan mendapat klub terbaik lainnya.
"Kami sudah berdiskusi dan Hariono tidak akan mendapat perpanjangan kontrak," kata Robert.
"Kami harus memutus kontraknya."
"Hariono masih bisa berkontribusi di klub lain."
"Dia adalah pemain bagus dengan pribadi yang bagus pula," imbuhnya. (*)
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Ezechiel N Douassel Mengundurkan Diri dari Persib Bandung, Bobotoh Kaget