Cerita Suka Duka Cosplayer Transformers dan Iron Man di Mal Semarang Ikhlas Dibayar Sukarela
Dua robot itu tidak pernah berhenti menyapa setiap anak yang melintasinya.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: galih permadi
Saat kini, hasil karya cosplay dari komunitas tersebut tersebar di beberapa pusat keramaian di Kota Semarang.
"Kalau akhir pekan atau libur panjang seperti ini, kita di mal. Ada juga yang di Car Free Day, ada juga yang di Kota Lama," kata Hermawan.
Selama menjalankan bisnis ini, Hermawan mengatakan sebanyak 80 persen pelanggganya adalah anak-anak. Selebihnya orang dewasa atau orangtua.
Hermawan mengakui, bisnis ini memang menyasar anak-anak. Tetapi dengan tujuan memberikan hiburan kepada anak-anak.
"Agar anak senang kalau diajak pergi orangtuanya ke mal," tambahnya.
Dengan tujuan menghibur anak-anak itu, Hermawan tidak memasang tarif pada pelanggan yang hendak berfoto.
Dia cukup memasang fotokopi kertas bertuliskan, "Foto Bayar Suka Rela" di bagian paha robot.
"Niat saya memberi hiburan anak. Jadi, jangan sampai hiburan itu memberatkan keuangan orangtua," ucap laki-laki yang mengenakan topi dan bekemeja polo putih tersebut.
"Tidak etis kalau saya masang tarif," katanya lagi.
Berhubung menggunakan konsep "suka rela" dan tidak menggunakan tarif, Hermawan tidak bisa menghitung omzet hariannya.
Karena pendapatan harian bergantung dengan kerelaan pelanggan yang memberi imbalan.
"Kalau undangan mengisi acara ulang tahun anak, kami baru memasang tarif," ujarnya lagi
Setiap satu robot, kata Hermawan, bertarif Rp750 ribu.
Harga itu bisa naik kalau lokasi acara lebih jauh.
Namun, kalau tidak ada undangan acara, cosplay-cosplay robot itu akan menghiasi pusat perbelanjaan dan pusat keramaian di Kota Semarang.