Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Kerucut Tumbuh Cepat 4 Meter per Tahun
Setelah Gunung Krakatau meletus pada 1883 hingga sebabkan tsunami setinggi 40 meter, sang anak lahir setelahnya. Dikutip dari Geo Magz, Majalah Geolog
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Selasa (31/12/2019) pukul 06.51 WIB.
Dilansir dari kompas.com, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan, tinggi kolom abu teramati setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 1.157 meter di atas permukaan laut.
Kasbani mengimbau masyarakat atau wisatawan untuk tidak mendekati wilayah dengan radius jarak 2 kilometer dari kawah.
Dia juga menegaskan bahwa erupsi ini tidak berpengaruh terhadap penerbangan.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada status level II atau waspada. Tingkat aktivitas level II (waspada) Gunung Anak Krakatau sejak 25 Maret 2019.
Perlu diketahui, erupsi Gunung Anak Krakatau kini terjadi hampir setiap hari sejak 29 Juni 2018.
Pertumbuhan Anak Gunung Krakatau terbilang pesat.
Dikutip dari Geo Magz, Majalah Geologi milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gunung Anak krakatau lahir ke permukaan laut pada 15 Januari 1929.
"Pada 20 Januari 1929, asap meniang keluar dari tumpukan material gunung api yang baru muncul di permukaan, yang mulai tumbuh dari kedalaman laut 180 m.
Itulah gunung yang baru lahir yang diberi nama Gunung Anak Krakatau. Anak gunung api ini tumbuh 4 m per tahun dan mempesona banyak orang," demikian adalah pernyataan yang ditulis dalam majalah milik Kementerian ESDM itu.
Gunung Anak Krakatau ini kini memiliki tinggi 157 meter di atas permukaan laut.
Sejak Gunung Anak Krakatau muncul di permukaan laut pada tahun 1929 hingga saat ini, pertumbuhan Gunung Anak Krakatau ini terbilang cepat.
Selama 80 tahun atau sampai dengan tahun 2010, tingginya sudah mencapai 320 meter di atas permukaan laut. Estimasi percepatan pertumbuhannya rata-rata mencapai 4 meter per tahun.
Setelah Gunung Krakatau meletus pada 1883 hingga sebabkan tsunami setinggi 40 meter, sang anak lahir setelahnya.
Ledakan Gunung Krakatau pada tahun 1883 bukanlah ledakan terbesar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/foto-foto-lawas-kelahiran-gunung-anak-krakatau-1929-mulai-tumbuh-dari-kedalaman-laut-180-meter.jpg)