Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sumarsih Keluhkan Penjualan Terompet Menurun dari Tahun ke Tahun

Terompet merupakan satu diantara berbagai macam pernak-pernik yang identik saat malam pergantian tahun.

Tayang:
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/RUTH NOVITA LUSIANI
Sumarsih (55) terlihat sedang menata terompet dagangannya, yang berlokasi di depan Toko Rabbani, Jalan Ahmad Yani No 136 B, Semarang, Selasa (31/12). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terompet merupakan satu diantara berbagai macam pernak-pernik yang identik saat malam pergantian tahun.

Sumarsih dan Paimo merupakan dua diantara penjual terompet yang berada di Jalan Ahmad Yani Semarang.

Berbekal tempat seadanya, Sumarsih (55) menjual terompet dagangannya di depan toko Rabbani, Jalan Ahmad Yani No 136 B, Semarang.

Sumarsih sudah menjajakan terompet sejak 20 Desember 2019 lalu dan nantinya akan berjualan hingga 1 Januari 2020.

Dalam rangka pergantian tahun baru ini, Sumarsih membawa 100 buah terompet untuk dijual.

84 Tim Dayung Perahu Naga Meriahkan Festival Dragon Boat Racing Batang

“Harga terompetnya bermacam-macam, kalau yang terompet oncor harganya Rp 5 ribu, terompet naga Rp 10 ribu, kalau yang terompet pelangi Rp 15 ribu, sedangkan kalau topi Rp 5 ribu,” jawab Sumarsih.

Sumarsih mengaku bahwa penjualan terompet di tahun ini lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Sehari kadang terjual 5 buah terompet, ada juga yang hanya 1 buah terompet saja,” ucap Sumarsih dengan suara bergetar.

Wanita yang berasal dari Wonogiri ini mengatakan dirinya akan tetap berjualan di lokasi hingga malam pergantian tahun tiba.

Dengan harapan agar dagangannya dapat laris terjual di malam pergantian tahun ini.

Paimo (51) yang berjualan tidak jauh dari lokasi Sumarsih, tepatnya di depan Kantor Garuda Indonesia, Jalan Ahmad Yani No 142, Semarang, juga menerangkan hal yang sama.

Terompet yang dibawanya hari ini berkisar 200 buah.

“Tahun ini saya tidak membuat terompet yang banyak seperti tahun-tahun lalu, karena semakin lama pembelinya itu makin sedikit, ini saja saya bawa dagangan saya yang belum laku sejak lama,” ucap Paimo, pria yang selalu berjualan terompet dari tahun ke tahun saat malam pergantian tahun.

Untuk model dan harga terompet yang ditawarkan Paimo pun juga tidak jauh berbeda dengan yang dijual Sumarsih.

Hanya Paimo juga mendapatkan titipan dari toko-toko, yang dijual sekitar Rp 25 ribu-30 ribu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved