Heboh Penemuan Ular Sanca di Tegal, Zali : Termasuk Ganas, Ingin Menggigit
Seusai mengalami hujan semalam suntuk, warga Kota Tegal digegerkan dengan penemuan ular sanca kembang di selokan Pasar Kraton, Kota Tegal
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Seusai mengalami hujan semalam suntuk, warga Kota Tegal digegerkan dengan penemuan ular sanca kembang di selokan Pasar Kraton, Kota Tegal, Rabu (1/1/2020).
Ular sanca kembang tersebut memiliki panjang sekira 2,7 meter dan berat 12 kilogram.
Warga menemukan ular sanca kembang itu di selokan sebelah barat Pasar Kraton, tepatnya di wilayah RT 6 RW 4 Kelurahan Kraton Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.
Sejak ditemukan pukul 05.00 WIB, ular sanca baru bisa dievakuasi sekira pukul 07.00 oleh Aditya (23) dan pamannya, Zali (63).
Aditya mengatakan, ular sanca kembang tersebut diduga berasal dari hutan.
Hal itu dikarenakan ular menunjukkan perilaku yang ganas.
Ia bahkan sempat akan digigit saat melakukan evakuasi.
"Kalau dilihat ini bukan ular peliharaan. Karena saat disentuh si ular inginnya gigit. Termasuknya ganas," kata Aditya warga RT 07 RW 03 Kelurahan Kraton.
Sementara Zali menduga, ular sanca berasal dari rawa- rawa di belakang Rusunawa Kraton.
Menurutnya, di wilayah itu memang menjadi habitat ular.
Ia pun sebelumnya pernah menemukan ular sanca lebih besar di Sungai Sibelis.
Zali mengimbau, supaya warga tetap hati- hati di musim penghujan.
Bukan hal yang mustahil nanti akan ada ular- ular yang lain.
"Jadi ular sanca kembang ini terbawa arus hingga selokan. Ia mau keluar tapi banyak orang dan motor lewat jadi masuk lagi," kata Zali yang juga merupakan pawang ular.
Sementara, Lurah Kraton Kuwat Daryani mengatakan, mengimbau warganya untuk tetap waspada dan hati- hati.
Ia pun kaget dengan adanya penemuan ular sanca di sekitar Kelurahan Kraton.
Padahal di tahun sebelumnya ia tidak mendapatkan laporan penemuan ular.
"Kami imbau, warga tetap hati-hati dalam beraktivitas di lingkungan banjir. Karena kotoran seperti air kencing tikus bisa menyebabkan penyakit. Juga hati- hati pada binatang yang keluar dari sarangnya, misal ular," imbaunya. (fba)