One Way di Jalan Diponegoro Kota Tegal Sudah Berlangsung Sebulan, Warga Nilai Belum Efektif
Warga menilai penerapan jalan satu arah atau one way di Jalan Diponegoro Kota Tegal belum optimal
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Pemberlakuan jalan satu arah atau one way di penggalan Jalan Diponegoro, Kota Tegal, sudah berlangsung satu bulan.
Namun, sejumlah warga menilai penerapan one way di jalan tersebut belum optimal.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tegal, pun sudah melakukan sosialisasi di lapangan selama 20 hari, tepatnya sejak Senin (2/12/2019).
Seorang warga, Adi (42), menilai, pemberlakuan one way di Jalan Diponegoro belum efektif.
Meski sudah ada sosialisasi selama 20 hari, ia masih sering menemui warga yang sengaja melawan arus.
Adi mengatakan, itu bukan karena tidak tahu, melainkan sengaja.
Terlebih, menurut Adi, waktu 20 hari sudah sangat cukup untuk melakukan sosialisasi.
"Itu kesalahan yang disengaja.
Misal seperti kemarin saat ada hujan besar.
Warga dari utara Jalan A Yani lebih memilih lawan arah ke selatan Jalan Diponegoro.
Mereka enggan untuk memutar ke alun-alun dulu," kata Adi kepada Tribunjateng.com, Kamis (2/1/2020).
Adi mengatakan, sebetulnya ada atau tidaknya one way di Jalan Diponegoro tidak mempengaruhi angka kecelakaan lalu lintas.
Sebelum ada one way pun, ia jarang menjumpai kecelakaan di Jalan Diponegoro.
Namun, karena sudah terlanjur diterapkan, mestinya Dishub dan tim lalu lintas menyiapkan konsep lanjutan dari kebijakan itu.
"Sosialisasi dan aturan sudah cukup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lalu-lintas-di-simpang-toko-jakarta-kota-tegal.jpg)