Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

WASPADA! Tanggul Sungai Bodri Ambles Bisa Ancam Ratusan Ribu Warga di 2 Kecamatan Ini

Derasnya air hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Kendal dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak terhadap infrastruktur yang ada.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Catur waskito Edy

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Derasnya air hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Kendal dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak terhadap infrastruktur yang ada.

Senin (30/12/2019) malam, tanggul Sungai Bodri di Dusun Pilang Rt 01 Rw 03 Desa Lanji Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal ambles.

Kepala Desa Lanji, Nur Faizun (53), mengatakan kejadian itu bermula saat hujan deras mengguyur wilayahnya dan sekitarnya sejak Minggu malam.

Derasnya curah hujan nampaknya membuat tumpukan tanah yang dipadatkan selebar 6-7 meter dengan ketinggian 4 meter sebagai benteng sungai dengan pemukiman ambles.

Kata Faizun, retakan awal disusul amblesnya tanggul bagian utara sepanjang 10-20 meter. Namun tidak disangka, saat dicek kembali pada, Kamis (2/1/2020) pagi, tanggul sepanjang 200 meter itu ambles sepanjang 75 meter.

"Awalnya di utara merembet ke selatan sekitar 75 meteran dan semakin parah," jelasnya kepada Tribun Jateng.

Kata Faizun, pembenahan tanggul dilengkapi pagar beton selesai pada akhir 2018 pasca banjir bandang melanda.

Setahun kemudian pemerintah daerah Kabupaten Kendal  memperkuat tanggul dengan memasang gronjong setinggi 4 meter sepanjang tanggul. 

Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat menjadi tenang saat musim penghujan datang.

"Awal dulu tanggul sisa 1 meteran dan kemudian diperbaharui, dikasih geronjongan juga dan ini akhir 2019 menuju awal 2020 ambles lagi. Padahal baru sekitar 2 bulan selesai masa perbaikan dan uji kelayakan," lanjutnya.

Camat Patebon Mugiono menambahkan, selain membahayakan warga Desa Lanji, bahaya banjir yang bisa saja datang kapan saja bisa menenggelamkan 100 ribuan jiwa di 2 kecamatan terdekat, Kecamatan Patebon dan Kecamatan Kendal Kota.

Ia berharap pemerintah daerah, provinsi hinggi pihak yang berwenang di pemeintahan pusat bisa segera memperhatikan dan menaggulangi hal ini agar bisa menjamin keamanan para warga.

Selain itu, pihaknya juga terus berupaya memberikan imbauan agar masyarakat terus waspada, mengecek debit arus sungai agar bisa bersiap sebelum banjir datang.

"Di Patebon ada 18 Desa dengan jumlah 40 ribuan lebih jiwa. Tidak hanya itu bisa saja merembet ke Kecamatan Kendal Kota, dan bertumpu di alun-alun kota, ini harus segera di antisipasi," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kendal, Sugiono, menjelaskan Sungai Bodri merupakan sungai terbesar di Kabupaten Kendal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved