Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemerintah Desa Lempuyang Demak Tembok Tepi Sungai Doreng Agar Tak Meluber ke Permukiman Warga

Pemerintah Desa Lempuyang Demak menembok tepi Sungai Doreng agar tak meluber ke permukiman warga.

Tayang:
Penulis: Moch Saifudin | Editor: M Syofri Kurniawan

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Pemerintah Desa Lempuyang, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Tengah soal lubernya saluran irigasi atau sungai sekunder Doreng di wilayah desa tersebut.

Kepala Desa Lempuyang, Ahmad Ulil Albab, mengatakan, aliran irigasi atau sungai sekunder Doreng pernah meluap dua kali, sekira dua pekan terkahir, hinga 500 meter ke permukiman warga.

"Sebelum adanya proyek normalisasi Sungai Doreng, tidak pernah terjadi banjir di aliran irigasi atau sungai sekunder tersebut di wilayah Desa Lempuyang," jelasnya, di Balai Desa Lempuyang, Minggu (5/1/2020).

Air sungai meluber ke permukiman warga, dengan ketinggian sekira 30-40 sentimeter, pada 25 Desember 2019 dan 4 Januari 2020.

Ahmad menduga, proyek normalisasi Sungai Doreng yang berhenti di Desa Lempuyang menyebabkan penyempitan sungai, sehingga membuat air meluber ke permukiman warga.

Menurut Ahmad, pihaknya mengundang pelaksana proyek normalisasi Sungai Doreng untuk segera mengantisipasi adanya luberan air di Desa Lempuyang di musim hujan ini.

"Alhamdulillah, tadi pihak BBWS memberikan bantuan 700 karung dan 3 rit tanah untuk menembok tepi sungai agar air tak meluber ke jalan dan permukiman warga," jelasnya.

Sementara, Staf PPK Irmagita BBWS, Ratih, menjelaskan, luberan Sungai Doreng atau saluran irigasi di permukiman warga Lempuyang bukanlah dampak dari pelaksanaan proyek yang berhenti di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan, saluran irigasi memiliki pintu yang diperuntukkan menjaga ketinggian muka air.

Adanya luberan di permukiman warga Desa Lempuyang, lanjut dia, merupakan dampak hujan deras dari Kecamatan Kebonagung yang membuat volume air tinggi, sehingga masuk di saluran irigasi.

"Terkait tindakan preventif yaitu tetap menjaga debit atau ketinggian muka air yang dilakukan oleh penjaga pintu air," jelasnya.

Kades Lempuyang juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak untuk melakukan antisipasi adanya luberan air kembali.

"Hari ini, sekira seribu karung padas langsung kita tembok di tepi sungai agar tidak lagi meluber ke permukiman warga," jelas Kades Lempuyang. (ivo)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved