Rangkaian Trucuk Bambu Jadi Opsi Sementara Cegah Banjir Sungai Bodri Kendal
Rangkaian trucuk bambu menjadi opsi sementara untuk mencegah banjir di Sungai Bodri, Kendal.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sejumlah pekerja menggarap rangkaian trucuk bambu di tanggul Sungai Bodri, Kendal, Rabu (8/1/2020).
Tanggul sungai yang terletak di Dusun Pilang, RT 01 RW 03 Desa Lanji, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, ambles, Senin (30/12/2019) malam lalu.
Penggarapan tanggul darurat itu merupakan program Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah sebagai salah satu pemegang kewenangan dalam penanganan Sungai Bodri.
Penanggung Jawab Pelaksana Lapangan, M Rudin, menyampaikan, pihaknya memulai penggarapan tanggul darurat sejak Selasa (7/1/2020) kemarin.
Teknisnya, sisa tanah amblesan sepanjang 80 meter digaruk menggunakan ekskavator hingga sampai pada titik tanah yang dirasa cukup padat.
Pada masing-masing sudut ditancapkan potongan bambu yang dirangkai dengan bambu-bambu lain berbentuk segi empat memanjang, dikenal dengan sebutan trucuk.
Tinggi bambu mencapai 4-5 meter, sedikit di atas tinggi batas tanggul.
Dari bambu ke bambu dipaku dan diikat menggunakan tali hingga membentuk sebuah rangkaian sepanjang 80 meter.
Tidak ada penambahan pasir atau tanah yang dimasukkan ke rangkaian jadi nantinya.
Trucuk ini, selain menahan sisa tanah yang ada, juga berfungsi untuk memecah aliran sungai yang bergerak dari arah selatan.
Sehingga, diharapkan dapat mengurangi tekanan aliran air yang bisa datang tiba-tiba.
"Begitu gambar yang diberikan dinas.
Panjangnya 80 meter dan kita targetkan selesai minggu depan," terangnya kepada Tribun Jateng, Rabu (8/1/2020).
Sementara itu, Camat Patebon, Mugiono, menyampaikan, perbaikan sementara tanggul Sungai Bodri ini diharapkan dapat mengantisipasi banjir yang bisa saja datang tiba-tiba.
Selain itu, juga meredam rasa khawatir warganya, terutama warga Desa Lanji dan Padatan, yang berada di balik tanggul.