Perang Amerika vs Iran Pasca Terbunuhnya Soleimani, Menlu Retno Marsudi Minta WNI di Iran Waspada
Menteri luar negeri (Menlu), Retno Marsudi meminta warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Iran saat ini agar waspada.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri luar negeri (Menlu), Retno Marsudi meminta warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Iran saat ini agar waspada.
Hal tersebut disampaikan Menlu menyusul adanya serangan balasan dari Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak yang diklaim menewaskan 80 tentara AS.
"Pagi ini Kemlu sudah mengeluarkan rilis yang intinya meminta semua WNI yang berada di kawasan tersebut untuk selalu waspada. Ikuti terus informasi yang disampaikan pemerintah setempat terutama yang berkaitan dengan situasi keamanannya," ujarnya, di kantor Kemlu Rabu (8/1).
Menteri Retno juga meminta agar WNI di sejumlah wilayah di Iran segera menghubungi KBRI/KJRI jika membutuhkan bantuan.
"Kalau berbicara kawasan, jumlah WNI kita ada lebih dari satu juta dan di kemenlu crisis center sudah dihidupkan. Nomor teleponnya sudah dimasukkan ke dalam rilis," ujarnya
Retno mengatakan contingency plan sudah dimatangkan sejak satu minggu kemarin.
Indonesia telah berkoordinasi dengan para duta besar yang ada di luar negeri untuk menyusun contingency plan, demi mengantisipasi jika terjadi peningkatan eskalasi.
"Kemarin saya sudah berbicara dengan panglima (TNI) untuk menyampaikan segala kemungkinan yang dapat terjadi. Jadi itulah yang dapat saya sampaikan pada titik ini. Kita masih mengamati perkembangan dari dekat mengenai masalah WNI," ujarnya.
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran melarang warga negara Indonesia (WNI) untuk mengikuti segala bentuk demonstrasi saat situasi Iran dan Amerika Serikat (AS) memanas.
"KBRI sarankan mereka (WNI) untuk tidak ikut demo atau aksi unjuk rasa. Saat ini dengan situasi semakin berkembang," ujar Duta Besar RI untuk Iran Octavino Alimudin.
Ia menuturkan, kondisi WNI di Iran dan sekitarnya terpantau aman.
KBRI Teheran terus memantau perkembangan setiap WNI melalui grup WhatApp dan kontak telepon.
"KBRI cek nggak hanya melalui pengumuman, Instagram tapi kita juga kontak whatapp grup. Kita telepon satu satu," jelas dia.
Dari data KBRI di Tehran tercatat ada 474 WNI per tanggal 5 Januari 2020, dengan rincian Teheran sebanyak 121 orang, Gorgan 9 orang, Isfahan 15 orang, Mashhad 31 orang, Kharaj 3 orang.
Qazvin 3 orang, Qom 251 orang, Kisb 1 orang, Shiraz 2 orang, Ahvaz 3 orang, Kerman 3 orang, Urumiyeh 1 orang, Bandar Abbas Qeshm 9 orang, serta Busher Kharg Island 22 orang. Kebanyakan WNI di Iran merupakan pelajar dan pekerja kapal atau ABK.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/peluru-kendali-pangkalan-militer-as-di-irak-gunakan-rudal-fateh-iran.jpg)