Antisipasi Bencana, Gabungan Tim SAR, TNI-Polri Gelar Latihan di Waduk Kembangan

Sebanyak 110 personel dari Polres Sragen, Kodim 0725/Sragen, BPBD dan tim relawan Kabupaten Sragen ikuti Latihan Gabungan SAR, Senin (13/1/2020).

Antisipasi Bencana, Gabungan Tim SAR, TNI-Polri Gelar Latihan di Waduk Kembangan
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
TNI-Polri dan tim SAR gabungan di Kabupaten Sragen lakukan pelatihan di Waduk Kembangan Kecamatan Karangmalang, Senin (13/1/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Sebanyak 110 personel dari Polres Sragen, Kodim 0725/Sragen, BPBD dan tim relawan Kabupaten Sragen ikuti Latihan Gabungan SAR, Senin (13/1/2020).

Tim relawan yang berasal dari Perhimpunan Pecinta Alam Dan Kemanusiaan (Himalawu), PMI, SAR MTA, Tagana, Polisi Desa, Semut Ireng ini mengikuti latihan di Waduk Kembangan, Kecamatan Karangmalang.

Penyampaian materi oleh perwakilan SAR Himalawu, Yudhi Sugiarto.

Dia menyampaikan segala teknik yang dilakukan ketika melakukan pertolongan kepada korban meliputi dari mulai cara menggunakan pelampung, teknik penyelematan korban hingga teknik menaiki perahu karet.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan kegiatan hari ini merupakan antisipasinya bencana dari sepanjang Sungai Bengawan Solo.

"Sragen memiliki sejarah banjir pada 2007, namun kami harapkan tidak terjadi untuk tahun ini dan ke depan namun untuk mengantisipasi yang tidak kami inginkan kami harus mempersiapkan diri apabila kejadian tersebut terjadi kembali," kata Yimmy.

Dia juga menyampaikan kegiatan ini sengaja melibatkan dari komponen-komponen dan perangkat yang ada agar menyinkronkan persepsi apabila nanti terjadi bencana.

"110 personel ini dengan latihan diharapkan nanti bisa melatihkan secara parsial ke kelompoknya masing-masing, jadi apabila terjadi hal tersebut kita sudah siap semua dari tim sektor untuk penanganan evakuasi terhadap korban," lanjut Yimmy.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Sragen, Sugeng Priyono mengatakan, materi yang akan disampaikan mengenai dasar teori yang harus dipahami Tim SAR.

"Teori basic ini bisa digunakan untuk penanganan laka air dan juga digunakan saat terjadi banjir.

Harapan kami ini hanyalah latihan saja semoga tidak akan terjadi apa-apa, tapi memang yang penting kita siap dulu," kata dia.

Dia menyampaikan latihan tim gabungan ini merupakan inisiasi awal yang baru dilakukan baru setahun sekali ini, namun tim relawan sudah secara periodik. 

"Ke depan kami akan rintis untuk terus menerus dilakukan. Ini baru standar, air masih tenang tidak gerak, kedepan kami akan latihan di Bengawan Solo," pungkasnya. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved