Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hadiri Pertemuan Antaragama di Vatikan, Gus Yahya: Agama Harus Jadi Landasan Pemecah Masalah

KH Yahya Cholil Staquf dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Agama-agama Ibrahim di Vatikan, Selasa-Jumat (14-17/1/2020).

Tayang:
Editor: m nur huda
Dok. Istimewa
Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, September 2010 lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – KH Yahya Cholil Staquf dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Agama-agama Ibrahim di Vatikan, Selasa-Jumat (14-17/1/2020).

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu adalah salah satu dari enam tokoh wakil dunia Islam yang diundang untuk memberikan kontribusi pemikiran tentang gerakan bersama untuk perdamaian dunia.

“Sebenarnya, ini undangan kedua ke Vatikan sejak saya bertemu Paus bulan September tahun lalu," ujar Gus Yahya, sapaan akrab Katib Aam PBNU ini, Senin (13/1/2020) melalui keterangan persnya pada Tribunjateng.com.

Ribuan Rudal Iran Siap Diluncurkan jika Serangan ke Pangkalan Militer AS di Irak Dibalas

Dini Hari Tadi, Pangkalan Militer AS di Irak Diserang Roket Bertubi-tubi, 4 Prajurit Tewas

Bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, GP Ansor Sampaikan Dokumen Deklarasi Islam untuk Kemanusiaan

PSSI Lepas Nike, Seragam Timnas Indonesia Pakai Merek Apparel Asal Thailand, Ini Kata Cucu

DIkatakannya, pada Oktober 2019 lalu, ia juga diundang ke Vatikan untuk mengikuti konvensi tentang euthanasia, namun berhalangan hadir karena terikat tugas di Indonesia.

"Kali ini, saya harus hadir karena agendanya luar biasa penting,” katanya.

Menurut Gus Yahya, pertemuan kali ini diinisiasi oleh “Multi-Faith Neighbours Network” (Jaringan Tetangga Antaragama), yakni sebuah organisasi Amerika yang diawaki oleh Imam Mohamed Magid, yang merupakan Imam Eksekutif All Dulles Area Muslim Society (ADAMS) Center (Pusat Komunitas Muslim Wilayah Dulles) di Sterling, Virginia, AS.

Selain itu, ada Pastor Bob Roberts, pendiri Gereja Northwood di Keller, Texas, AS; dan Rabbi David Saperstein, Presiden World Union for Progressive Judaism (Perserikatan Yahudi Progresif Seluruh Dunia).

“Tokoh-tokoh dari tiga agama Ibrahim (Islam, Kristen, dan Yahudi) akan bertemu dan bermusyawarah mulai 14 Januari 2020,  sampai 17 Januari 2020, untuk membangun gerakan bersama bagi perdamaian,” ujar Gus Yahya, yang juga Duta Gerakan Pemuda Ansor untuk Dunia Islam.

Disebutkan, masing-masing agama akan diwakili enam orang tokoh.

Dari kalangan Islam, selain KH Yahya Cholil Staquf, akan hadir Syaikh Abdul Karim Khasawneh, Grand Mufti Yordania; Syaikh Abdullah Bin Bayah dari Dewan Fatwa Uni Emirat Arab; Sayyed Yousif Al Khoei.

Kemudian Direktur Pusat Studi Akademik Syiah di Inggris; Imam Hassan Qazwini dari Institut Islam Amerika di Michigan; dan Dr Ingrid Mattson, profesor dari University of Western Ontario, Kanada.

Sedangkan kalangan Kristen, lanjut Gus Yahya, diwakili antara lain Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot, Presiden Pontifical Council for Interreligious Dialogue (Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama) dan Prof Dr Thomas K. Johnson, Duta Besar World Evangelical Alliance untuk Vatikan dan untuk Humanitarian Islam.

Sedangkan Kalangan Yahudi diwakili Chief Rabbi David Rosen, Direktur Internasional untuk Masalah-masalah Agama dari American Jewish Committee beserta sejumlah Rabbi senior dari Amerika, Italia, dan lain-lain.

Penyelenggara menyatakan bahwa partisipasi Gus Yahya dalam Pertemuan Tingkat Tinggi ini mutlak diperlukan.

Dalam surat undangannya kepada Gus Yahya, Pastor Bob Roberts atas nama Multi-Faith Neighbours Network mengatakan, “Your global leadership of humanitarian, compassionate Islam and your commitment to practical action would greatly enrich the AFI and its global implementation and impact.”

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved