Bupati Sragen Akan Panggil Kepala Sekolah dan Ayah Korban Teror Rohis SMAN 1 Gemolong

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku telah mendapatkan laporan kasus intimidasi siswi tak berjilbab di SMAN 1 Gemolong telah selesai

Bupati Sragen Akan Panggil Kepala Sekolah dan Ayah Korban Teror Rohis SMAN 1 Gemolong
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Rabu (15/1/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku telah mendapatkan laporan dari Kesbangpol bahwa kasus intimidasi siswi tak berjilbab di SMAN 1 Gemolong telah selesai.

"Sebenarnya permasalahan itu kan sudah selesai. Saya dapat laporan Kesbangpol telah terjadi mediasi antara orangtua, anak dari Rohis sekolah dan anak yang bersangkutan," kata Yuni, Rabu (15/1/2020)

"Bahkan orangtua siswa meninggalkan uang Rp 10 juta untuk membantu masjid di situ. Saya pikir permasalahan kan sudah selesai tapi kok kelihatan belum ini ada apa?" lanjut Yuni.

Terungkap, Batu Ukir di Kerajaan Agung Sejagat Purworejo Dibuat Empu Wijoyo Guno Selama 2 Minggu

Ingin Punya Jabatan Tinggi di Keraton Agung Sejagat Harus Setor Puluhan Juta Ke Raja dan Ratu

Ayah Korban Teror Rohis SMAN 1 Gemolong Sragen Ungkap Cara Ganjar Bujuk Z Kembali Masuk Sekolah

Pengakuan Sri Utami, Mantan Pengikut Kerajaan Agung Sejagat Purworejo, Saya Dijanjikan Dolar US

Guna menyelesaikan masalah ini Yuni berniat akan mempertemukan siswa yang bersangkutan, guru agama, kemudian kepala sekolah dan orangtua murid besok, Kamis (16/1/2020).

"Besok kami akan memanggil mereka, tapi saya tidak ingin ada siapapun di situ, hanya yang bersangkutan. Saya juga tidak ingin melibatkan pihak ketiga terlalu berlebihan," lanjut Yuni.

Yuni juga menyayangkan orang tua murid yang sudah mengancam akan menggerakkan LSM dan beberapa orang.

Yuni menyampaikan tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan dengan duduk bersama.

"Mau cari apa menggerakkan LSM, untuk apa? Mau nutup sekolah SMAN 1 Gemolong? atau bagaimana gitu, makanya saya besok akan mediasi keinginannya beliau itu apa," kata Yuni.

"Pak gubernur di WA diancam akan begini akan begitu, kita hidup di zaman yang beradab. Maksud saya marilah ayo kita duduk sama menyelesaikan ini," lanjut dia.

Perihal anak yang bersangkutan belum maj bersekolah Yuni menginginkan untuk dibedah bersama-sama untuk berdiskusi dengan dokter ahli jiwa dan juga psikolog.

Halaman
123
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved