Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Laksamana TNI Agus Setyadji Harap Pembangunan TWS di Kota Salatiga Jadi Ikon Wisata Baru

Pembangunan Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS) secara resmi dimulai, Rabu (15/1/2020).

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Penerjun payung beraksi mengibarkan bendera merah putih dalam acara pra launching TWSS di Dukuh Nogosaren, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Rabu (15/1/2020).TRIBUNJATENG.COM/ M NAFIUL HARI 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pembangunan Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS) secara resmi dimulai, Rabu (15/1/2020).

Pra launching TWSS yang terletak di Dukuh Nogosaren, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga dilakukan langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Laksamana TNI Agus Setyadji.

Sekjen Kemenhan Laksamana TNI Agus Setyadji mengatakan dimulainya pembangunan TWSS diharapkan menjadi ikon wisata khususnya aspek sejarah.

Pengakuan Sri Utami, Mantan Pengikut Kerajaan Agung Sejagat Purworejo, Saya Dijanjikan Dolar US

Panglima Langit Datangkan Nenek yang Rasuki Istri Anang Hermansyah, Ingin Ashanty Mati Perlahan

Nikita Mirzani Bongkar 3 Artis yang Pernah Dimatikan Rezekinya oleh Seorang Presenter, Siapa Dia?

Tersisa Satu Slot Pemain Asing, PSIS Semarang Ingin Cepat Clear, Komunikasi dengan Flavio Beck

Mengingat, Kota Salatiga memiliki tiga tokoh pahlawan nasional dari tiga Matra TNI AD, AU, dan AL.

"Mereka ialah Brigjen Sudiarto, Laksamana Madya Yosaphat Soedarso dan Marsekal Muda Agustinus Adisucipto.

Ketiganya merupakan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raganya untuk tanah air tercinta," terangnya kepada Tribunjateng.com, di lokasi Rabu (15/1/2020)

Menurut Agus, meski ketiganya telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional sejak lama dinilai tidak semua masyarakat tahu dan mengenal para tokoh tersebut adalah putra terbaik Salatiga.

Ia menambahkan, pembangunan TWSS tidak lain hasil kerjasama Kemenhan, Kemenpar, Pemkot Salatiga dan didukung warga Salatiga yang merantau di Jakarta.

"Karena itu semoga kedepan dapat meningkatkan potensi Salatiga menjadi ikon wisata baru di Jateng serta mampu meningkatkan daya saing.

Sehingga tidak lagi dikenal sebagai kota pensiunan," katanya

Dikatakannya, dengan dibangunnya TWSS nanti diharapkan pula menjadi ruang belajar sejarah generasi muda untuk mencintai bangsa dan negaranya.

Disinggung rencana pengembangan TWSS, pihaknya sepenuhnya menyerahkan kepada Pemkot Salatiga.

Kemenhan lanjut dia, hanya berperan menginisiasi serta mendorong Pemkot Salatiga mencari alternatif pendanaan.

"Saya kira ini kedepan harus dicari pola pendanaan agar tidak membebani APBN.

Baik melalui paguyuban warga Salatiga (Pawarsa) di perantauan dan sebagainya," ujarnya

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved