Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Direktur RSI Muhammadiyah Kendal: Perlu Adanya Kerjasama antar Instansi Tangani Korban Kecelakaan

Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Muhammadiyah Kendal, Dr Suhadi mengumpulkan beberapa instansi dari Lantas Polres Kendal dan Batang, Jasamarga Tol Sem

Tribun Jateng/dini
RSI Muhammadiyah Kendal 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Muhammadiyah Kendal, Dr Suhadi mengumpulkan beberapa instansi dari Lantas Polres Kendal dan Batang, Jasamarga Tol Semarang-Batang, Badan Amil Zakat (Baznas) Kendal, PT KAI, para driver ambulan Jawa Tengah, hingga Dinas Perhubungan Kendal.

Suhadi mengatakan, perkumpulan beberapa instansi itu dimaksudkan untuk membangun kerjasama dan kesepahaman dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada para korban ataupun pasien emergency.

Menurutnya, pihaknya mencatat dalam beberapa bulan terakhir jumlah pasien yang masuk IGD RSI Kendal didominasi oleh korban kecelakaan, terutama di ruas jalan tol.

Petugas rumah sakit yang berada di Jalan Ar Rahmah no 17 Weleri Kendal itu terkadang kebingungan tatkala pasien masuk IGD tanpa identitas ataupun pihak yang mendampingi. Apalagi korban kecelakaan harus segera mendapatkan penaganan intensif.

"Kita catat hampir tiap hari rujukan korban kecelakaan masuk IGD. Yang menjadi problem terkait siapa yang ngantar, mana keluarganya, terkadang identitas juga tidak ada, sedangkan petuhas kita fokus pada penanganan, belum kalau ada tindakan emergency lainnya yang harus ada persetujuan," jelasnya, Kamis (16/1/2020).

Lanjut Suhadi, pihaknya juga menemukan kendala-kendala manakala tak ada pendampingan dari pihak kepolisian maupun terkait.

Terlebih saat jenazah tak diambil oleh keluarga hingga berbulan-bulan, atau korban kecelakaan yang kurang mampu, tidak punya BPJS atau tidak tercover jasaraharja.

"Selama ini penanganan masih parsial. Polisi bekerja sendiri, Jasamarga sendiri, RS sendiri, belum komperhensif. Jadi kita dengarkan penyampaian pada masing-masing instansi agar bisa kordinasi satu sama lain agar kinerja penanganan korban emergency abisa maksimal," harapnya.

Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah Kendal, Taufiq Husein, menambahkan, bincang-bincang terkait evakuasi, rujukan dan bantuan hidup dasar diharapkan dapat menyatukan kinerja antar instansi terkait dalam hal penanganan korban emergency kecelakaan.

Sehingga imbauan-imbauan yang disampaikan dari pihak kepolisian, rumah sakit, maupun jasamarga nantinya bisa menekan angka kecelakaan maupun resiko kegagalan dalam penanganan korban.

"Disampaikan Direktur RSI sudah dibangun tambahan ruang UGD kapasitas 32 bet bisa dimaksimalkan sampai 50 bet. Akan ada petugas spesialis emergency dan kelengkapan alat.

Hal ini perlu diperhatikan karena keberhasilan penanganan kecelakaan tergantung pada proses awalnya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved