Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cinta Segitiga, Janda Cantik Tewas Jadi Korban Rebutan Ayah dan Anak

Nasib tragis dialami janda cantik beranak tiga yang tewas mengenaskan di tangan lelaki yang mencintainya.

Humas Polres Kaltim
Zahiruddin ditangkap Tim beruang hitam Polresta Balikpapan usai menghabisi nyawa kekasih. 

TRIBUNJATENG.COM - Cinta segitiga yang melibatkan seorang janda dengan dua pria, yang berstatus ayah dan anak, berakhir tragis.

Janda cantik beranak tiga tersebut tewas mengenaskan di tangan lelaki yang mencintainya.

Sang Janda, NS (33), tewas setelah menjadi rebutan Zaharuddin (33) dan ayahnya, Ibramsyah (53).

Wahyu Setiawan Sebut Nama Arief Budiman dan Johan Budi dalam Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik

Detik-detik Rekaman CCTV Oknum Anggota DPRD Ciamis dan Istrinya Saling Serang

Ika Kaget Mobil Innova Reborn Milik Suaminya Raib di Halaman Rumah

Markas KKB Papua Ditemukan, Semua Anggota Kabur saat Dengar Tembakan Pasukan TNI

NS tewas mengenaskan di tangan Zaharuddin, setelah tubuhnya ditikam berkali-kali oleh pemuda tersebut.

Zaharuddin mengklaim dirinya sebagai pacar korban, sementara di saat bersamaan, ayahnya, Ibramsyah juga menaruh hati pada janda tersebut.

Melansir Tribun Kaltim dalam artikel 'Pandangan Tetangga Atas Perilaku Pelaku Pembunuhan NS Janda Tiga Anak di Balikpapan Kalimantan Timur' kejadian bermula saat Zaharuddin gelap mata karena dilalap api cemburu.

Zaharuddin mengaku telah menjalin hubungan dengan korban selama sembilan bulan.

Namun, cintanya kandas setelah ia mengetahui aksi korban bermain hati dengan pria lain, yang tak lain ialah ayahnya sendiri.

Bahkan Zaharuddin juga menuturkan jika korban dan ayahnya, Ibramsyah (53) sudah menjalani nikah siri.

"Saya sudah sekitar 9 bulan yang lalu pacaran sama dia (korban) tapi saya jengkel dia malah selingkuh dan selingkuhnya dengan bapak saya," ungkapnya, dalam kegiatan rilis di Mapolresta Balikpapan, Rabu (15/1/2020).

Di tangan polisi, Zaharuddin mengatakan dirinya sempat bertanya baik-baik kepada korban, namun korban justru meneriakinya.

Hal inilah yang membuat pelaku naik pitam dan hilang kendali dan menikam tubuh janda tersebut berulang kali hingga tewas

"Saya itu tadinya mau tanya baik-baik aja tapi dia (korban) malah ribut dan bentak-bentak saya," ujarnya.

"Awalnya niat saya baik mau ngasih tahu secara orang dewasa pilih bapak saya atau pilih saya tapi dia malah bentak-bentak," bebernya.

 "Saya naik darah makanya saya tikam," lanut Zahiruddin.

Zahiruddin membunuh kekasihnya sendiri di kawasan Jl Siaga RT 24 Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan kota pada Selasa (14/1/2020).

Setelah menghabisi nyawa janda tiga anak itu, Zahiruddin langsung melarikan diri di kawasan Karang Anyar Balikpapan Barat.

Namun belum sempat kabur lebih jauh, pria bertato itu lebih dulu diamankan polisi dari Tim Beruang Hitam Polresta Balikpapan.

Kini, Zaharuddin pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

Sementara itu, keluarga dan tetangga korban turut membagikan sikap Zaharuddin selama ini di mata masyarakat.

Mereka menceritakan pelaku merupakan pengangguran dan kerap kali melakukan penganiayaan kepada korban.

Tak hanya itu, pelaku juga diketahui kerap kali berkata kasar kepada korban.

"Iya memang dia itu kurang ajar orangnya kasar. Suka dipukulin si korban, kasian. Sekarang sudah ditangkap polisi. Infonya kakinya itu ditembak.

Kenapa gak kepalanya saja yang ditembak biar mam***," kata salah satu tetangga korban yang enggan disebutkan namanya.

Tiga Anak jadi Yatim Piatu

Akibat peristiwa ini, anak korban sekarang harus hidup yatim piatu dan tinggal bersama orangtua korban.

Orangtua korban, Ihram (54) mengaku sangat kehilangan setelah insiden tragis tersebut menimpa anak semata wayangnya.

Dengan mata yang berkaca-kaca serta raut wajah yang penuh kekesalan terhadap pelaku, Ihram tak rela anak tunggalnya tewas mengenaskan.

Ia pun menegaskan dirinya sampai kapan pun akan menolak permintaan maaf dari pelaku maupun keluarga pelaku.

"Itu anak saya satu-satunya dia anak tunggal yang paling kusayangi tapi kenapa mereka buat seperti itu," ungkapnya.

Ketika memberikan keterangan kepada wartawan, Ihram kerap kali menundukkan wajahnya dari arah kamera untuk menyembunyikan air matanya yang mulai menetes.

Ia menegaskan dirinya akan menaruh dendam yang serius terhadap pelaku, bahkan ia mengaku tak segan untuk membunuhnya.

"Terus terang dendam dengan dia (pelaku) saya sempat cari dia kemarin tapi tidak ketemu, kalau ketemu saya bunuh juga dia itu.

Saya tunggu dia ke luar dari penjara nanti nyawa harus dibayar dengan nyawa," tegasnya.

Sementara itu, rencananya korban akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di kawasan Balikpapan Utara. (*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Ayah & Anak Rebutan Janda Cantik hingga Nyawa jadi Taruhannya, Cinta Segitiga Berujung Petaka

Segini Isi Rekening Raja Keraton Agung Sejagat Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat 

Pebulu Tangkis Jepang Sayaka Takahashi Terharu Didukung Penonton Istora dalam Indonesia Masters 2020

Tagar Risma Trending Twitter, Netizen Salahkan Anies Soal Banjir Surabaya

Hasil Survey Persaingan Penantang Donald Trump di Pilpres 2020 Semakin Ketat, Inilah Calonnya

Sumber: Surya
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved