Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dandim dan Kapolres Sragen Turut Bersihkan Aliran Sungai Mungkung

Kodim Sragen menggandeng Polres Sragen, Pemerintah Desa Sidoharjo, BPBD, relawan, dan masyarakat untuk bersama membersihkan aliran Sungai Mungkung.

Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
TNI-Polri beserta masyarakat bahu membahu membersihkan Sungai Mungkung Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN -  Kodim Sragen menggandeng Polres Sragen, Pemerintah Desa Sidoharjo, BPBD, relawan, dan masyarakat untuk bekerja bakti membersihkan aliran Sungai Mungkung.

Mereka bahu-membahu membersihkan aliran sungai dari ranting, rumpun bambu, dan berbagai sampah yang tersangkut di kaki jembatan Sungai Mungkung.

Kerja bakti yang dilaksanakan sejak kemarin, Jumat (17/01/2020), dijadwalkan akan berlanjut hingga Senin (20/1/2020).

Tanda Kiamatkah? Nenek Diperkosa Cucu Sendiri Sampai Berdarah, Alasan Pelaku Bikin Geleng-geleng

Bibi Ardiansyah Suami Vanessa Angel Dikabarkan Bangkrut, Dody Soedrajat Buka Suara

Viral di Medsos Dibully Alasan Siswi SMP Bunuh Diri Loncat dari Lantai 3 Sekolah, Ini Jawaban Kepsek

Detik-detik Bambang Tabrakkan Motornya ke Motor Pelaku Penculikan Yang Pukuli Anaknya di Demak

Bahkan, hari ini, Dandim 0725 Sragen, Letkol Kav Luluk Setyanto, bersama Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, turut terjun membersihkan aliran Sungai Mungkung.

Tidak hanya itu, sekitar 400 lebih personel yang ikut dalam kegiatan dibagi ke dua tempat, yakni di bawah Jembatan Sungai Mungkung, Desa Jetak, dan Jembatan Sumber, Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo.

Dandim 0725 Sragen, Letkol Kav Luluk Setyanto, menyampaikan, kegiatan ini diadakan agar aliran air bisa lancar, sehingga meminimalisir terjadinya banjir.

Dia berharap ada bantuan alat berat untuk pengerukan tanah di kedua sungai yang mulai dangkal tersebut, sehingga tampungan air semakin banyak dan aliran air semakin lancar.

"Kami bekerjasama dengan BPBD dan tim SAR untuk melaksanakan susur sungai sepanjang Bengawan solo selama tiga hari menggunakan LCR, mulai hari ini hingga Senin," kata Luluk, Sabtu (18/1/2020).

Penyusuran akan dimulai dari Masaran, Gawan, Ganefo, dan Banaran dengan tujuan memetakan daerah pinggiran sungai yang berpotensi longsor, erosi, pendangkalan sungai, dan sebagainya.

Setelah mengetahui kondisinya, akan ada tidakan lanjutan berupa penanaman rumput dan vetiver akar wangi untuk mencegah longsor.

Untuk pendalaman sungai, akan diusahakan pengerukan dan lainnya.

Vetiver merupakan jenis rumput yang berasal dari India.

Tumbuhan ini dapat tumbuh sepanjang tahun dan dikenal sejak lama sebagai sumber wangi-wangian.

"Akarnya yang dikeringkan secara tradisional dikenal sebagai pengharum lemari penyimpan pakaian atau barang-barang penting, seperti batik dan keris.

Namun tumbuhan ini akarnya sangat kuat untuk menahan tanah agar tidak longsor," tambah dandim. (uti)

Rohayah Lumpuh 3 Tahun Tinggal dalam Kandang Ayam di Pekalongan, Kasur Dipenuhi Serangga

Wanita Ini Ditangkap Polisi karena Bugil di Bandara, Lepas Bra dan Celana Dalam sambil Bersenandung

Ada Kuburan Janin Ratu di Kontrakan Toto Santoso Raja Keraton Agung Sejagat

Balita Tewas Digigit Ular ketika Main di Dekat Lapangan Bola

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved