Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dr M Mahathir Mohamad Cabut Peraturan Pelajar Malaysia Wajib Bersepatu Hitam

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memutuskan mencabut aturan kontroversial mengenai pemakaian sepatu warna hitam bagi pelajar.

Editor: galih permadi
AFP / MOHD RASFAN
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. 

TRIBUNJATENG.COM, KUALA LUMPUR - Dalam kapasitasnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pendidikan, Mahathir menyatakan bahwa warna sepatu tidak perlu dipergunjingkan.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memutuskan mencabut aturan kontroversial mengenai pemakaian sepatu warna hitam bagi pelajar.

“Saya sudah memutuskan, pelajar dapat memakai warna sepatu apa pun. Coklat boleh, hitam, abu-abu, putih, semua warna ini baik” ucap politisi yang sering dijuluki Dr M ini, seperti dikutip The Star akhir pekan lalu.

Husein Amir Pejabat Dewan Syuro Iran Ancam Amerika Tak Akan Pernah Nyaman Lagi di Timur Tengah

Viral di Medsos Cerita Ningsih Tinampi Mengaku Dapat Peringatan Kiamat dari Utusan Tuhan

Terungkap di Medsos Foto Fany Diduga Calon Istri Sule Mantan Suami Lina Ternyata Seorang Pramugari

Terbongkar Ini Pengakuan Ratu Keraton Agung Sejagat Fanni Aminadia, Bukan Keturunan Ningrat

Warna sepatu pelajar di Malaysia menjadi bahan perdebatan di Negeri "Jiran setelah keputusan Menteri Pendidikan sebelumnya, Maszlee Malik.

Maszlee menerapkan regulasi bahwa warna sepatu pelajar harus diganti dari putih menjadi hitam.

Alasannnya karena lebih mudah dibersihkan.

Publik mencibir keputusan yang menurut mereka tidak penting itu.

Mereka menilai, menteri dari Partai Bersatu pimpinan Mahathir Mohamad itu seharusnya menangani urusan edukasi yang lebih krusial.

Apalagi di tengah merosotnya pendidikan Malaysia.

Maszlee akhirnya mengundurkan diri 2 Januari lalu setelah semakin meningkatnya kritik pedas terhadap kinerjanya sebagai orang nomor satu di Kementerian Pendidikan Malaysia.

Kontroversi lain yang menyertainya seperti penyediaan sarapan gratis untuk murid SD, dan rencana pengajaran Jawi di sekolah bahasa ikut menggoyahkan politisi 45 tahun itu.

Mahathir kemudian memutuskan mengambil alih kepemimpinan kementerian pendidikan hingga dia menetapkan pengganti Maszlee.

Serangkaian blunder demi blunder yang terus mendera kabinet Mahathir memicu meningkatnya ketidakpuasan terhadap pemerintahan perdana menteri berusia 94 tahun itu.

Masalah ekonomi menjadi keluh kesah utama, di mana harga-harga kebutuhan pokok yang meningkat meresahkan rakyat Malaysia.

Kegerahan rakyat terlihat dari bergugurannya calon yang diusung oleh koalisi Pakatan Harapan di serangkaian pemilu sela Malaysia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved