Sejarah Pendopo Si Panji dan Kisah Perpindahan Pusat Pemerintahan Banyumas ke Purwokerto
Pendopo Si Panji menjadi salah satu benda pusaka bagi warga Banyumas. Hal itu mengingat sejarah dan keberadaanya diyakini bukan hanya sekedar banguna
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pendopo Si Panji menjadi salah satu benda pusaka bagi warga Banyumas.
Hal itu mengingat sejarah dan keberadaanya diyakini bukan hanya sekadar bangunan cagar budaya, tetapi juga mempunyai nilai mistis tersendiri.
Pendopo Si Panji terletak di Jalan Kabupaten, Kelurahan Sokanegara, Purwokerto, Kabupaten Banyumas.
Perlu diketahui bahwa, pendopo tersebut sebelumnya merupakan pendopo Kabupaten Banyumas.
Pendopo itu awalnya berada di daerah Banyumas yang saat ini menjadi Kecamatan Banyumas.
Jaraknya sekira 16,4 kilometer arah ke Tenggara dari lokasinya yang sekarang, yaitu di Purwokerto.
Salah satu nilai sejarah penting Pendopo Si Panji adalah terkait dengan pemindahan pendopo tersebut dari kota lama Banyumas ke Purwokerto.
Pendopo Si Panji adalah salah satu peninggalan bersejarah dan dihormati oleh masyarakat Banyumas.
Hal itu karena salah satu pilar dari pendopo ini dinamai Si Panji, merupakan wujud perlambang kekuatan.
Pendopo Si Panji dibangun oleh Kiai adipati Yudonegoro II (Bupati Banyumas ke-7) pada tahun 1706.
Awal mula pemindahan Pendopo Si Panji adalah berkaitan dengan adanya kepercayaan di wilayah Banyumas.
Kepercayaan itu adalah dahulu di Kabupaten Banyumas sering terjadi banjir karena kondisi geografisnya yang berdekatan dengan Sungai Serayu.
Setiap musim penghujan tiba dan Sungai Serayu meluap, airnya meluap maka di Banyumas terjadi banjir.
Karena alasan itulah Ibukota Kabupaten Banyumas diputuskan dipindah dan mencari tempat yang lebih tinggi dari permukaan Sungai Serayu.
Prosesi boyongan atau Rengos atau pindahan terjadi pada 7 Januari 1937 pada masa bupati pemerintahan KRAA Sudjiman Mertadiredja Gandasoebrata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/saka-guru-si-panji-yang-telah-menjadi-acara-budaya-kirab-boyongan.jpg)