Di ISTEC 2020, Aulia dan Iffat Siswi SMP N 19 Semarang Sabet Medali Perak
Tim KIR (Karya Ilmiah Remaja) SMP Negeri 19 Semarang berhasil meraih Medali Perak diajang International Science Technology and Enginering Competition
Penulis: Vina Rizki Ariani | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim KIR (Karya Ilmiah Remaja) SMP Negeri 19 Semarang berhasil meraih Medali Perak diajang International Science Technology and Enginering Competition (ISTEC) tahun 2020 yang dilaksanakan di Bandung, mulai 12 hingga 16 Januari 2020.
Kepala Sekolah SMP Negeri 19, Catonggo Sulistiyono mengaku bangga dengan prestasi yang diperoleh siswanya.
Ajang Internasional Science and Enginering Competition (ISTEC) diikuti 14 Negara diantaranya Sri Langka, Brazil, Turki, Afrika Selatan, Vietnam dan lainnya.
• Kombes Polisi Trunoyudo Isyaratkan Panggil Ningsih Tinampi Gara-gara Ngaku Bisa Panggil Nabi
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun: Anggota PMI Meninggal saat Jalankan Tugas di Lokasi Bencana
• Pengakuan Istri Deddy Dores yang Orbitkan Nike Ardilla, Anaknya Banting Setir Jadi Driver Ojol
• Ternyata Ide Pembuatan Monas Bukan dari Soekarno, Tapi Warga Biasa dan Dikerjakan Jepang
“Gurunya itu luar biasa dan muridnya luar biasa.
Sekolah SMP N 19 mampu bersaing dengan sekolah yang lain.
Perlu kerja keras untuk meraih ajang Internasional tersebut.
Maka saya bilang luar biasa,” ujarnya saat ditemui Tribun Jateng pada hari Rabu (22/1/2020).
Karya Tim KIR SMP Negeri 19 yang dilombakan pada ISTEC 2020 berjudul Alarm Pendeteksi Gempa Bumi Inovatif atau Innovative Earthquake Detection Alarm Karya Dari Aulia Rahmaeta Octaviani dan Iffat Aliya Putri Najwa Kelas IX.
Menurut Aulia, penelitian Alarm Pendeteksi atau membuat alarm pendeteksi yang inovatif memakai Arduino Uno.
“Cara kerjanya itu ada sensor yaitu nangkap getaran lalu getaran tersebut dikirim ke mikrokontroler dan mikroprosesor alat memproses data tersebut menjadi Skala yang ditampilkan di LCD kemudian ke LED dan alarm,” ujarnya.
Awal mulanya mereka dibimbing oleh beberapa pembimbing ahli Teknik dari UNNES, persiapan untuk menuju ajang kompetisi Internasional yang mereka lakukan mulai tahun 2018.
Selanjutnya untuk membuat alat Pendeteksi Gempa tersebut dimulai bulan Desember 2018 sampai bulan Maret 2019.
“Untuk kesulitannya membuat alat waktu ngehubungin mikrokontroler ke komponen-komponennya itu yang susah harus teliti,” ungkap Iffat satu tim dengan Aulia.
Aulia dan Iffat mengaku menyukai hal-hal yang dipacu dengan Teknologi.
Melalui KIR di SMP N 19, mereka mampu memperoleh juara II tingkat ISTEC, Sesuai dengan Branding dari SMP N 19 yakni Riset digital school, sebagai Sekolah peneliti dan sekolah digital branding.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/aulia-dan-iffat-siswi-smp-n-19-peraih-medali-perak-di-ajang-istec-di-bandung.jpg)