Cegah Stunting, Warga Krangmlati Demak Rutin Bawa Anak ke Posyandu
Warga Desa Karangmlati Kecamatan Demak Kabupaten Demak mengantisipasi stunting dengan rutin membawa anak ke posyandu.
Penulis: Moch Saifudin | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Warga Desa Karangmlati Kecamatan Demak Kabupaten Demak mengantisipasi stunting dengan rutin membawa anak ke posyandu.
Satu warga, Jumiati, terlihat sedang mengecek kesehatan dan berat badan anaknya di Posyandu Dukuh Karangpandan, Balaidesa Karangmlati, Kamis, (23/1/2020).
"Saya rutin setiap bulan datang ke posyandu biar tahu kondisi kesehatan anak dan berat badannya.
Selain itu juga ada pemberian makanan tambahan (PMT) bikin senang," jelas Jumiati.
• BREAKING NEWS: Kecelakaan Innova Hitam Nangkring di Separator Majapahit Semarang
• Pengakuan Istri Deddy Dores yang Orbitkan Nike Ardilla, Anaknya Banting Setir Jadi Driver Ojol
• Ternyata Nasri Banks Sang Grand Prime Minister Sunda Empire Sering Ditagih Uang Sewa Rumah Kontrakan
• Ngebet Pulang, Pembantu Ini Sengaja Celupkan Tangan Bayi Majikan ke Air Mendidih, Aksi Terekam CCTV
Makanan tambahan tersebut di antaranya bubur, susu, pisang, dan pepaya.
Ketua PKK Dukuh Karangpandan, Syafaatun, menyebut keikutsertaan warga dalam posyandu di Dukuh Karangpandan sekitar 90 persen.
"Setiap bulan ada 85-90 anak yang datang di Posyandu Balaidesa Krangmlati," jelasnya.
Ia selalu mengajak masyarakat terutama di dalam forum perkumpulan PKK agar datang ke posyandu supaya selalu mengetahui perkembangan anak.
Bidan yang bertugas di Posyandu Balaidesa Karangmlati, Komariyah, mengatakan di Desa Krangmlati terdapat sekira 345 anak.
Ia menyebut secara keseluruhan untuk perkembangan bayi dan balita di Desa Karangmlati bagus, hanya beberapa yang berada di garis merah.
"Sekira 3 anak satu posnya. Desa Karangmlati memiliki 4 pos," jelasnya.
Hal tersebut, lanjutnya, dipengaruhi oleh pola asuh keluarga.
Semisal diasuh oleh nenek atau ibunya sedang bekerja di pabrik sehingga tak sempat memberikan ASI eksklusif.
Kepala Desa Karangmlati, Agus M Kartono menjelaskan, 4 pos tersebut masing-masing berada di Dukuh Dagaran, Mlaten, Karangpandan, dan Paisan.
"Alhamdulillah posyandu di sini sudah sejak lama di Desa Karangmlati bahkan selum saya menjabat," jelas Kades dua periode tersebut.
Peran posyandu ini dalam memonitor perkembangan kesehatan masyarakat, dari ibu hamil, melahirkan, menyusui, hingga anak.
Ia menambahkan, sesuai arahan dari pemerintah ada PMT dari anggaran dana desa, per anak Rp 8.000.
"Selain itu juga ada PMT dari pihak Muspika yaitu Puskesmas agar masyarakat antusias datang ke Posyandu," jelasnya.
Pemberian makanan tambahan tersebut merupakan produk PKK setempat.
Upaya pemerintah desa memfasilitasi masyarakat melalui posyandu tersebut agar masyarakat terutama anak minus dari stunting dan penyakit lain.
"Di Desa Karangmlati ini tidak ada anak yang terkena stunting," jelasnya. (ivo)
• Petaka Kandang Ayam: 3 Pria Purbalingga Cabuli Gadis 15 Tahun, Diantara Pelaku Masih di Bawah Umur
• Hujan Saat Tahun Baru Imlek Dianggap Pembawa Hoki? Ini Penjelesan Indra Satya Hadinata
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Agus PNS Nyambi Tukang Ojek Ditemukan Meninggal, Tangan Terlepas
• Viral di Medsos Cerita Mian Tiara Mendapat Pelecehan dari Seorang Aktor Senior di Ruang Rias