Komunitas Exsara Berkelana untuk Mengenali Situs Sejarah, Ini Penelusurannya
Masa silam menyimpan banyak cerita. prinsip inilah yang dipegang komunitas Ekspedisi Sejarah Indonesia (Exsara).
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM -- Masa silam menyimpan banyak cerita. prinsip inilah yang dipegang komunitas Ekspedisi Sejarah Indonesia (Exsara).
Laksana hendak memasuki lorong waktu, mereka menempuh perjalanan ke suatu tempat, yang terkait sejarah.
M Alam Amrillah, Ketua Ekspedisi Sejarah Indonesia (Exsara) mempunyai program rutin lawatan di Kota Semarang. Mahasiswa yang akrab dipanggil Alam ini menyampaikan alasan memilih Semarang karena kota domisili Exsara.
"Kami ingin memperkenalkan kepada mahasiswa baru mengenai sejarah Kota Semarang. Saya kira, kita harus mengetahui sejarah atau tempat sejarah yang ada di sekitar kita dulu. Maka, kota Semarang tempatnya," ungkapnya.
• Gimana Kabar WNI di Wuhan Paskawabah Virus Corona, Ini Penjelasan Kementerian Luar Negeri di China
• BREAKING NEWS: Pencuri Kotak Amal Masjid Attaqwa Roemani Terlihat CCTV, Malah Ketiduran dalam Masjid
• Pembobol ATM Lintas Pulau Dibekuk Polres Wonogiri, Ini Modus Pelaku
• Lestarikan Budaya Lokal Melalui Festival Komukino
Exsara pernah lawatan di beberapa lokasi bersejarah di Kota Semarang. Yakni, Kota Lama Semarang, rumah Oei Tiong Ham, dan Stasiun Gedung.
"Untuk peserta yang ikut tiap tahunnya sama, yakni sekitar 40 orang. Selain sebagai pengenalan mahasiswa baru, Lawatan Semarangan ini sebagai promosi situs sejarah di Kota Semarang," tuturnya.
Selama Lawatan Semarangan, menurut Alam, belum pernah ada kerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Dinas Pariwisata Kota Semarang. Mungkin belum terpikirkan untuk bekerjasama, karena tujuan dari Lawatan Semarangan ini untuk internal mahasiswa baru.
"Kami punya rencana ke depan, entah kapan kami juga ingin kerjasama dengan Dinas Pariwisata. Mungkin langkah awal kami mengenalkan dengan mahasiswa baru. Karena konsen kami pada lingkungan kampus," ungkapnya.
Ketika melakukan lawatan Exsara pasti mengajak pihak luar. Hal itu dilakukan dalam rangka mengenalkan diri pada pihak luar dan menambah relasi. Selain itu, juga perlu memperkenalkan sejarah pada publik.
“Hal yang kami lakukan untuk melakukan lawatan, pasti memperkenalkan diri. Tujuan kami, yakni mengetahui tentang sejarah suatu tempat, maka kami harus berkolaborasi. Hal itu, guna membantu kelancaran kegiatan lawatan, seperti mengisi materi ataupun melaksanakan lawatan secara bersama,” kata mahasiswa asal Pekalongan ini.
Pada Februari 2020, Exsara akan menyelanggarakan lawat besar yang akan dilakukan di Solo. Lawatan itu akan diselenggarakan pada 4-6 Februari.
“Setiap kami akan melaksanakan lawatan pasti mengunjungi lokasi lawatan itu. Misalnya, untuk lawatan ke Solo, pada 13 Januari 2020 lalu beberapa anggota sudah ke sana untuk survey,” katanya.
Biasanya Exsara, saat menyelenggarakan lawatan menarik biaya. Biaya itu diambil berdasarkan dari tiket masuk, makan siang, dan stiker.
“Lawatan seringnya bawa motor. Nah, untuk uang bensin ditanggung sendiri, biasanya bebas memilih pasangan atau boncengan. Kalau memang ada orang yang mau ikut tapi tidak ada motor, kami bisa mengusahakan itu,” uangkapnya. (kan)
• Ibu ABG Calon Pemain Figuran Sinetron Ini Shock, Tahu Penyebab Keluhan Alat Vital Putrinya Sakit
• Rocky Gerung Sebut Jokowi Tak Ingin Anies Baswedan Jadi Presiden: Makanya Puji Sandiaga Uno
• Antisipasi Virus Corona Bandara Semarang Sediakan Ruang Isolasi
Bikin Agenda Perjalanan ke Destinasi terkait Masa Silam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/komunitas-exsara.jpg)