Breaking News:

Ini Pandangan Walhi dan LBH Semarang Mengenai Omnibus Law dan Penghapusan Amdal

Organisasi masyarakat Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) memandang pemerintah hanya mengejar aspek ekonomi dan investasi dalam masalah Omnibus Law.

Penulis: Adelia Prihastuti | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/ADELIA PRIHASTUTI
Koordinator Desk Politik Walhi, Khalisah Khalid 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Organisasi masyarakat Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) memandang pemerintah hanya mengejar aspek ekonomi dan investasi dalam masalah Omnibus Law.

Aspek ekologi atau lingkungan diabaikan.

Pidato pertama Presiden Joko Widodo saat dilantik pada 2019 memang menyinggung rencana penerapan konsep hukum perundang-undangan yang disebut Omnibus Law.

Menurut Jokowi, Ombibus Law akan membantu menyederhanakan 42.000 peraturan perundang-undangan yang tumpang tindih.

Ini Reaksi Mantan Suami saat Tahu Pernikahan 12 Hari di Malang Viral

Pengakuan Istri Deddy Dores yang Orbitkan Nike Ardilla, Anaknya Banting Setir Jadi Driver Ojol

Rocky Gerung Sebut Kinerja Tri Rismaharini Tidak Bisa Saingi Anies Baswedan

Arti Ucapan Gong Xi Fa Cai Ternyata Bukan Selamat Tahun Baru Imlek, lho. Ini yang Benar

Koordinator Desk Politik Walhi Khalisah Khalid memiliki pandangan berbeda. 

“Sebetulnya kita punya instrumen UU perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang cukup progresif.

Problemnya terletak pada implementasi.

Ada banyak pelanggaran hukum tapi penegak hukum lemah sehingga praktik pelanggaran hukum yang dilakukan aktor besar seperti korporasi terus berlanjut ke proses penghancuran lingkungan,” ujar Khalisah kepada Tribunjateng.com, Sabtu (25/1/2020).

Di sisi lain, menurutnya, ada ancaman baru semisal Omnibus Law untuk kepentingan investasi yang akan menghilangkan instrumen-instrumen lingkungan. 

"Itu berbahaya. Investasi dan pertumbuhan ekonomi selalu menjadi justifikasi pemerintah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved