Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wali Kota Dedy Yon Minta GP Ansor Tegal Perkuat Kaderisasi dan Distribusi Potensi Kader

Pengurus Cabang GP Ansor Kota Tegal resmi dilantik di GOR Wisanggeni Kota Tegal, Minggu (26/1/2020) malam. Hadir Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono da

Tayang:
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda
ISTIMEWA
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono (tiga dari kanan) saat menghadiri pelantikan Pengurus Cabang GP Ansor Kota Tegal di GOR Wisanggeni, Minggu (26/1/2020) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL- Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Tegal masa khidmat 2019- 2023, resmi dilantik di GOR Wisanggeni Kota Tegal, Minggu (26/1/2020) malam.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan wakilnya Muhamad Jumadi.

Terpilih sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Tegal, Sarwo Edi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Yon mengatakan, generasi muda NU harus terus menjaga ideologi Aswaja An- Nahdiyyah yang secara hakikat sudah dipraktikkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

"Kader muda tidak boleh bernapas lega selagi ketidakadilan masih ada. Perlu dilakukan pengkaderan terus menerus untuk menghadapi paham anti NKRI," kata Dedy Yon dalam rilis yang diterima tribunjateng.com.

Dedy Yon mengatakan, GP Ansor merupakan elemen penting dalam kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU).

Menurutnya hal itu selaras dengan ungkapan pepatah 'Pemuda masa kini adalah pemimpin masa depan'.

Ia berharap, di era kepemimpinan dan kepengurusan yang baru, GP Ansor Kota Tegal lebih bertekad untuk maju, produktif, inovatif, dan berenergik.

"Untuk itu perlu komitmen serta kerjasama yang kuat untuk menjalankannya. Pelantikan pengurus baru ibarat masinis yang menjalan gerbong. Saudara- saudara adalah pengemudinya. Maka itu bekerjalah dengan penuh keseriusan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Dedy Yon berpesan kepada para pengurus GP Ansor Kota Tegal.

Pertama untuk memperkuat kaderisasi. Semakin banyak kaderisasi maka semakin terjamin kehidupan di masa depan.

Kedua, GP Ansor harus menjadi agen penjaga tradisi ke-NU-an supaya tidak hilang. Ia mencontohkan seperti yasinan, tahlilan, istighosah, dan manaqiban.

Ketiga pengurus harus bisa mendistribusikan kader sesuai dengan potensi yang dimiliki.

"Misal ada kader condong ke birokrasi, maka doronglah sampai menjadi top. Supaya mereka bisa ikut mengawal NKRI, Pancasila dan Aswaja An Nadhliyah di level birokrat," ungkapnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved