28 Kucing Mati Mendadak di Karanganyar, Disebut Terserang Virus Distemper

Sejumlah 28 kucing di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mati mendadak dalam sepekan terkahir.

ISTIMEWA
Petugas Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karanganyar saat melakukan pemeriksaan sejumlah kucing di permukiman warga, Rabu (29/1/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sejumlah 28 kucing di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mati mendadak dalam sepekan terkahir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjateng.com dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, berdasarkan laporan warga terdapat 26 kucing yang mati mendadak.

Pengawas Hewan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Sutiyarmo menyampaikan, awalnya ada laporan 26 kucing mati mendadak.

Sebanyak 26 kucing itu tersebar di sekitar Desa Jaten RT 9/16 ada 17 ekor, RT 10/16 ada 3 ekor, RT 14/16 ada 1 ekor dan RT 3/2 ada 5 ekor. Pihaknya mendapatkan laporan pada Selasa (28/1/2020).

Namun setelah dilakukan pemeriksaan di lapangan, pihaknya menemukan dua kucing dalam kondisi sakit dan dilakukan observasi di pusat kesehatan hewan. Saat ini kucing tersebut telah mati.

Ia menjelaskan, fenomena tersebut lazim terjadi ketika cuaca tidak menentu.

Sutiyarmo menghimbau supaya masyarakat mengawasi dan sebisa mungkin tidak membiarkan kucing peliharaan liar.

"Sebisa mungkin sementara waktu dikandang dulu dan lebih baik lagi kucingnya diberi vaksin ahar tidak tertular. Virus itu menular karena adanya interaksi dengan kucing yang sudah terinfeksi," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (29/1/2020).

Ditambahkan Sutiyarmo, wabah itu menyerang puluhan kucing dalam sepekan terkahir.

Kematian kucing diduga lantaran terjangkit virus distemper yang menyerang organ pencernaan.

Ia mengungkapkan, setelah dilakukan pengecekan, penyebab kematian mendadak tersebut diduga akibat penyakit distemper yang disebabkan virus.

Pasalnya kucing itu mengalami gejala seperti demam, muntah dan diare hingga mati.

"Dipastikan virus tersebut hanya menular sesama hewan dan tidak berbahaya bagi manusia," tegasnya. (Ais).

Penulis: Agus Iswadi
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved